Kerap Ugal-ugalan, Warga Kutai Barat Minta Mobil Batubara Ditertibkan

  • 15 Apr 2023 21:28 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Sendawar: Sejumlah warga kecamatan Sekolaq Darat kabupaten Kutai Barat meminta pemerintah dan aparat kepolisian menertibkan angkutan batubara yang menggunakan jalan umum.

Lantaran supir-supir mobil tambang kerap ugal-ugalan di jalan raya.

“Kendaraan tambang ini mereka pakai sistem di tambang. Kalau ada lubang mereka ngambil jalan yang bagus, akhirnya yang menjadi korban ini masyarakat kita yang menggunakan kendaraan kecil atau sepeda motor,” ungkap kepala kampung Sekolaq Darat, Katipianus kepada RRI Sendawar, Jumat (14/4/2023).

BACA JUGA:

Warga Kubar Protes Mobil Tambang dan Sawit Pakai Jalan Umum

Dia mengaku jalan di kecamatan Sekolaq Darat mulai dari Sumber Bangun, Sekolaq Joleq, Sekolaq Darat, Srimulyo, Sekolaq Muliaq hingga simpang tiga Mentiwan mengalami kerusakan berat dan ringan.

Kerusakan jalan itu ditengarai karena bebasnya angkutan batu bara dan CPO menggunakan jalan umum. Akibatnya masyarakat umum kerap jadi korban kecelakaan.

“Mobil tambang dan CPO ini kaya mereka jalan di jalan perushaan aja, sementara ini jalan umum. Jalan kita ini masih bagus jalan tambang. Karena kalau jalan tambang, rusak langsung digleder. Di sini kalau kita ngga gertak mau tutup jalan, nda ada mereka mau perbaiki. Alasannya itu jalan pemerintah, sementara yang kasi rusak mereka,” katanya.

“Banyak sudah yang kecelakaan. Mereka main ngebut kejar setoran tapi kita yang jadi korban. Belum lagi debu sepanjang hari. Makanya kami minta mereka perbaiki. Kami tidak melarang tapi tolonglah bantu perbaiki yang lubang-lubang itu,” sambung Katipianus.

BACA JUGA:

Warga Sekolaq Darat-Kubar Ancam Blokir Mobil Tambang Koridor

Senada diungkap kepala kampung Sekolaq Muliaq, Nanang Agi. Dia menyebut, mobil tambang yang disebut mobil koridor itu sering konvoi di jalan umum.

Akibatnya jalanan jadi berdebu hingga mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat. Tetapi saat diminta perbaiki jalan rusak atau menyiram jalan debu, pengusaha sawit maupun tambang terkesan tak peduli.

“Kalau sudah panas itu mereka konvoi. Itu rumah sampai tidak kelihatan terkena debu semua. Sampai hari ini warga datang mengadu ke saya, tapi kita mau mengadu kemana,” ujarnya.

Makanya kami minta tolong itu ditertibkan. Terus kalau bisa waktunya diatur pada malam hari saja. Karena kalau siang itu sangat-sangat mengganggu. Baik anak sekolah, pegawai maupun masyarakat umum,” keluh Nanang.

BACA JUGA:

Marak Tambang Ilegal, Ini Kata Kapolres Kutai Barat

Sementara Kepala kampung Srimulyo Senen mengatakan, kecelakaan di Sekolaq Darat makin sering terjadi sejak akhir 2022. Saat itu mobil angkutan batubara yang ditutupi terpal mulai ramai melewati Sekolaq Darat.

“Kalau kecelakaan udah banyak. Baru aja minggu kemarin itu di dekat Muliaq. Ada truk baris panjang pas di tikungan menurun, mungkin orang nda lihat langsung tabrak. Korbannya pakai sepeda motor langsung saya bawa ke Puskesmas,” katanya.

“Sudah sering kecelakaan pak. Ada baru-baru ini malam-malam banyak anak-anak jatuh didepan,” tambah Sikap, warga RT 04 Kampung Muliaq yang rumahnya persis di depan jalan rusak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....