Warga Sekolaq Darat-Kubar Ancam Blokir Mobil Tambang Koridor

  • 12 Apr 2023 16:08 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Sendawar: Warga kecamatan Sekolaq Darat kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengancam akan menyetop mobil-mobil angkutan batu bara yang melintasi jalan umum.

Pasalnya mobil angkutan batu bara yang diduga illegal itu bebas menggunakan jalan umum. Sementara saat masyarakat mengeluh jalan rusak, para pengusaha tambang terkesan tak peduli.

Ancaman itu disampaikan warga melalui ketua DPRD Kabupaten Kutai Barat, Ridwai.

“Memang kemarin kita minta mereka yang memakai jalan itu (mobil tambang dan kelapa sawit) supaya merawat itu. Kalau ngga ya kita mau sistem buka tutup aja. Kalau masyarakat umum kita buka, mobil koridor dan sawit kita tutup,” kata Ridwai kepada RRI di Sendawar, Rabu (12/4/2023).

BACA JUGA:

DPR Dorong Pemerintah Percepat Lelang Proyek Jalan di Kaltim

Ridwai mengaku kesal dengan tudingan warga yang menyebut dirinya tak peduli dengan kerusakan jalan di wilayah setempat. Lantaran dia juga tinggal di Sekolaq Darat.

“Dibilang kita ini tidak peduli, tutup mata dengan kondisi ini, padahal kita sudah berupaya maksimal supaya ada perbaikan,” ucapnya.

Menurut Ridwai, angkutan batu bara maupun kelapa sawit seharusnya menggunakan jalan khusus. Tetapi karena mereka menggunakan jalan umum maka wajib merawat jalan tersebut.

“Makanya kemarin kami minta supaya mereka tutup dulu jalan yang lubang-lubang itu. Sampai malam-malam kami kerja. Kalau mereka tidak peduli ya kita mau blokir saja mobil CPO dan batubara. Dan terus terang yang bantu itu dari koridor. Kalau yang sawit kuping mereka itu sudah tutup, tidak ada kepeduliannya” tegas Ridwai.

Ketua DPRD Kubar Ridwai saat menyamapaikan aspirasi jalan rusak di Kutai Barat dengan balai jalan nasional Balikpapan. Foto:Ist


Politisi PDI Perjuangan itu mengaku pengawasan bidang lalu lintas angkutan jalan adalah Dinas Perhubungan Provinsi dan Kepolisian. Karena jalan itu masuk kategori jalan provinsi.

Begitu juga dengan perawatan jalan. Namun sekian tahun diusulkan baru tahun ini diberikan anggaran besar.

BACA JUGA:

SDM dan Infrastruktur Jadi Prioritas Pemkab Kubar Tahun 2024

“Jadi bukan kita tidak peduli seperti yang ada di media sosial itu. Kami sudah datangi balai jalan nasional di Balikpapan, Dinas PUPR Kaltim bahkan sampai pusat,” jelas Ridwai.

Ridwai menyebut perbaikan jalan di kecamatan Sekolaq Darat akan masuk dalam segmen dua, dari Simpang Belusuh kecamatan Siluq Ngurai sampai simpang tiga Mentiwan. Proses lelang proyek tersebut sudah dilakukan.

“Memang kami sudah tanyakan lagi ke pemenang proyek mereka bilang sabar. Selesai lebaran baru mulai dikerjakan. Makanya saya sudah sampaikan ke masyarakat Sekolaq Darat dan mereka memahami proses itu,” sebutnya.

“Tetapi orang yang di luar Sekolaq Darat itu seola-olah mereka yang paling tau. Padahal upaya kita sudah bukan sekali dua kali tapi berkali-kali. Kita ke provinsi sampai pusat. Dan sekarang alatnya sudah siap di lapangan tapi katanya tunggu setelah lebaran,” lanjut mantan kepala kampung Sekolaq Darat ini.

BACA JUGA:

Jalan Simpang Kota Bangun-Muara Gusik rusak,Wagub Kaltim yakin tertangani dengan cepat

Penggunaan jalan umum oleh angkutan batubara dan kelapa sawit ini pernah disorot wakil gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi.

Wagub mengaku kerusakan jalan di Kaltim bukan saja tingginya mobilitas masyarakat tetapi justru digunakan oleh armada batu bara maupun kelapa sawit.

Tetapi karena kewenangan perizinan ada di pusat maka pemerintah daerah hanya bisa melaporkan.

“Kita miris dengan angkutan batu bara dan sawit. Ditutup kan tidak mungkin juga, karena itu keputusan dari pusat dan juga berdampak pada ekonomi. Tetapi harusnya mobil yang mengangkut batu bara dan sawit itu tonasenya harus diukur. Sehingga tidak merusak jalan kita yang masuk jalan kelas tiga,” ucap Hadi saat meresmikan wisata alam dan hutan adat Hemaq Beniung di kampung Juaq Asa kecamatan Barong Tongkok, Kubar 8 Maret 2023.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Barat, Nopandel mengaku Pemkab Kubar memiliki alat timbang portable. Tetapi belum bisa digunakan karena masih berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Mohon maaf masih rakor lintas sektor dengan Polda,” tulis Nopandel melalui pesan singkat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....