Pemerhati Lingkungan Soroti Hilangnya Ruang Hijau di Perkotaan

  • 08 Mei 2025 13:36 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Sungailiat : Pemerhati Lingkungan di Bangka Belitung (Babel) menyoroti hilangnya ruang hijau di wilayah perkotaan akibat berbagai pembangunan yang kurang tertata dengan baik.

Dalam dialog “Lestari Alamku” Pro 1 RRI Sungailiat, Pemerhati lingkungan Bangka Belitung, Yuli Thulistianto, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap laju pembangunan yang seringkali mengorbankan ruang terbuka hijau (RTH).

“Ruang terbuka hijau adalah paru-paru kota. Ketika pembangunan dilakukan tanpa mempertimbangkan aspek lingkungan, maka kita sedang menciptakan masalah baru di masa depan seperti banjir, suhu panas ekstrem, dan polusi udara,” ujar pria yang disapa Thulis ini.

Ia menegaskan perlunya regulasi yang tegas serta komitmen pemerintah daerah dalam menjaga proporsi RTH minimal 30 persen sesuai amanat Undang-Undang.

"Alih fungsi lahan lebih dominan untuk kepentingan komersial telah mengurangi tutupan vegetasi penting bagi keseimbangan ekosistem dan kualitas hidup masyarakat," ucapnya.

Baca juga : Pendidikan Militer ke Siswa Tumbuhkan Karakter dan Mental Kebangsaan

Menurut Thulis, masyarakat sebenarnya mendukung pembangunan yang ada, tetapi tetap ingin lingkungan yang asri dan sehat.

"Kita dukung upaya pemerintah, dan menyarankan masyarakat di sekitar lokasi bisa dilibatkan dalam perencanaan kota agar kebutuhan ekologi dan sosial bisa berjalan seimbang," ujarnya.

Senada, Nonni melalui komentar Live Chat RRI Digital, juga menyayangkan berkurangnya area hijau di sekitar tempat tinggalnya.

“Dulu masih banyak pohon dan taman yang bisa dipakai anak-anak bermain. Sekarang semua jadi bangunan ruko. Rasanya sumpek, panas, dan tidak nyaman,” katanya.

Ia berharap pemerintah bisa lebih bijak dalam menata kota dengan tetap memikirkan keseimbangan alam, terutama bagi pengembang perumahan untuk lebih memperhatikan ruang terbuka hijau dalam membangun perumahan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....