Warga Tidak Mengungsi Pascaletusan Marapi, Begini Penjelasan PVMBG

  • 05 Des 2023 20:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: BPBD Kabupaten Agam menginformasikan masih nihil pengungsi setelah Gunung Marapi meletus dan saat ini Level II (Waspada). PVMBG mengonfirmasi, warga sekitar Gunung Marapi masih aman tinggal di rumah karena berada pada radius 5 Kilometer (Km).

"Kami sudah merekomendasikan untuk warga tidak beraktivitas minimal pada radius 3 Kilometer dari Gunung Marapi. Namun, kami belum merekomendasikan untuk mengungsi karena rumah warga berada di radius 5 Kilometer dari gunung," kata Ahmad Basuki, Ketua Tim Kerja Gunung Api PVMBG kepada rri.co.id, Selasa (5/12/2023).

Ahmad juga mengatakan, aktivitas erupsi Gunung Marapi mengalami penurunan hari ini. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau aktivitas Gunung Marapi sejak Minggu hingga sekarang.

"Dari pantauan kami, Selasa (5/12/2023) sejak pukul 00.00 hingga pukul 18.00, hanya terjadi enam letusan atau erupsi. Tapi, hembusan setelah erupsi lebih banyak dari jumlah erupsi Gunung Marapi," kata Ahmad.

Baca juga: Hujan Abu Vulkanik Gunung Marapi Masih Terjadi

Hembusan dimaksud adalah gas dikeluarkan Gunung Marapi setelah mengeluarkan erupsi berupa abu vulkanik. "Tapi, hari ini sudah tidak ada material kerikil dari erupsi Gunung Marapi, hanya abu vulkanik dan intesitasnya kecil," ujar Ahmad.

Letusan Gunung Marapi, pada Minggu (3/12/2023), dikatakannya adalah Erupsi Freatik. "Atau letusan ledakan uap yang terjadi ketika magma memanaskan air tanah atau air permukaan," katanya.

Meski demikian, hingga saat ini Gunung Marapi tidak mengeluarkan lava panas atau magma saat meletus. Ahmad mengatakan, keberadaan lava Gunung Marapi dapat diketahui melalui penelitian.

"Keberadaan lava itu dapat dilakukan melelaui penelitian dari material letusan/erupsi. Saat ini, material keluar dari Gunung Marapi hanya abu vulkanik dan kerikil," ujar dia.

Namun, dapat dijelaskannya pula, lava panas akan keluar apabila letusan/erupsi dalam tingkatan lebih besar dari sekarang. "Ya, erupsi atau dalam Bahasa Indonesia itu meletus, ada beberapa jenis, berpengaruh pada apa yang dikeluarkan oleh gunung api aktif," katanya.

Bambang Wasito, Kepala BPBD Kabupaten Agam (Sumatra Barat) mengatakan, warga mengungsi sampai saat ini masih nihil. "Namun, Pemerintah Kabupaten Agam telah mengaktifkan dan menyiagakan pusat kesehatan di sejumlah Puskesmas," kata Bambang.

"Dan satu yang berdekatan dengan Posko Penanganan Darurat di Kantor Walinagari Batupalano, aktif 24 jam."

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....