Cimahi Dorong Pelayanan Publik Inklusif Ramah Disabilitas
- 25 Jun 2025 22:30 WIB
- Bandung
KBRN, Cimahi: Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya dalam membangun layanan publik yang inklusif dan ramah terhadap penyandang disabilitas, khususnya masyarakat Tuli. Komitmen ini ditegaskan Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, dalam Rapat Koordinasi Bidang Sosial Tingkat Kota Cimahi Tahun 2025 yang digelar di Ballroom Mall Pelayanan Publik (MPP), Rabu (25/6/2025).
Dalam sambutannya, Adhitia menyoroti bahwa isu disabilitas merupakan permasalahan pembangunan kesejahteraan sosial yang kompleks, terutama bagi anak-anak penyandang disabilitas yang merupakan kelompok paling rentan. Ia menyatakan bahwa seluruh penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam mengakses pelayanan publik.
“Permasalahan terkait disabilitas merupakan isu kompleks dalam pembangunan kesejahteraan sosial, baik bagi anak maupun orang dewasa. Terutama anak-anak disabilitas yang termasuk kelompok paling rentan, mereka pun berhak mendapatkan pelayanan yang setara,” ujar Adhitia.
Baca juga: Program Pemutihan Pajak Kendarana Nermotor Tinggal Menghitung Hari
Ia menekankan pentingnya penggunaan bahasa isyarat dalam layanan publik sebagai bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia. Pemerintah Kota Cimahi, lanjutnya, berkomitmen menghadirkan layanan yang menjunjung tinggi nilai-nilai inklusivitas, kesetaraan, dan keadilan sosial.
“Penggunaan bahasa isyarat penting untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal. Layanan publik harus mencakup semua, dari pendidikan, kesehatan, perizinan, hingga keamanan. Kota Cimahi harus menjadi kota yang menghormati hak semua warganya,” ucapnya.
Rapat koordinasi ini menjadi kegiatan pertama di Kota Cimahi bahkan di tingkat Jawa Barat yang secara khusus mengangkat pentingnya penggunaan bahasa isyarat dalam pelayanan publik. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran dan implementasi nyata terhadap layanan yang adil dan setara bagi penyandang disabilitas.
Adhitia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk perangkat daerah, lembaga sosial, dan masyarakat umum untuk bersama-sama menciptakan ekosistem pelayanan yang inklusif.
“Kita ingin memastikan tidak ada satu pun warga Kota Cimahi yang merasa tertinggal atau diabaikan. Mari wujudkan Cimahi sebagai kota yang mantap, berkeadilan sosial, ramah disabilitas, dan inklusif untuk semua,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....