Wajik Wirogunan, Ikon Baru Kuliner Yogyakarta Resmi Diluncurkan
- 12 Mar 2025 08:49 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, bersama masyarakat Kelurahan Wirogunan resmi meluncurkan produk kuliner khas, Wajik Wirogunan, Selasa (11/3/2025). Wajik dipilih sebagai produk unggulan karena memiliki makna merekatkan dan mencerminkan prinsip 5K dalam program Gandeng Gendong yang digagas Pemerintah Kota Yogyakarta. Produk ini dikemas modern sehingga berpotensi menjadi oleh-oleh khas dari Yogyakarta.
Wawan Harmawan mengapresiasi semangat masyarakat Wirogunan dalam menciptakan produk khas daerah. Ia menilai peluncuran Wajik Wirogunan merupakan langkah strategis dalam memperkuat sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Yogyakarta. "Ini adalah inovasi luar biasa dari warga dan Kelurahan Wirogunan yang bisa meluncurkan produk khas daerahnya sendiri," ujar Wawan saat ditemui usai peresmian.
Menurut Wawan, Wajik Wirogunan memiliki potensi besar untuk berkembang karena kemasannya menarik dan berkualitas. Ia menyarankan agar pengembangan produk tetap berorientasi pada nilai sejarah dan kebutuhan pasar agar lebih diminati. "Harus ada cerita unik di balik produk ini, seperti mengapa memilih wajik dan apa keistimewaannya dibandingkan wajik lain," katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Wawan memastikan Pemerintah Kota Yogyakarta siap membantu pemasaran Wajik Wirogunan, termasuk menggunakannya dalam konsumsi rapat resmi dan jamuan tamu di Balai Kota. "Secara kemasan sudah bagus, sekarang tinggal kita promosikan lebih luas supaya semakin dikenal," ujarnya.
Selain meluncurkan Wajik Wirogunan, Wawan juga membuka Bazar Ramadan yang berlangsung di halaman eks Hotel Wisanti, Jalan Tamansiswa. Ia mengajak masyarakat untuk mendukung UMKM lokal dengan membeli produk-produk buatan warga setempat. "Produk yang kita beli harus dari warga sendiri, agar perputaran ekonomi tetap berada di Yogyakarta," katanya.
Lurah Wirogunan, Siti Mahmudah Setyaningsih, menjelaskan bahwa Wajik Wirogunan adalah bagian dari program Gandeng Gendong, yang melibatkan unsur kampus, komunitas, korporasi, dan pemerintah. "Kami memilih wajik karena maknanya yang merekatkan. Harapannya, produk ini dapat mempererat kebersamaan warga dan meningkatkan kesejahteraan," ujar Siti.
Selain memiliki daya tahan hingga lima hari di suhu ruangan, Wajik Wirogunan juga hadir dengan warna khas hijau dan kuning, yang melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran. Sementara itu, Bazar Ramadan menghadirkan sekitar 30 stan UMKM yang menjual produk kuliner hingga fesyen. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian warga dan menjadi wadah promosi bagi pelaku usaha lokal di Wirogunan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....