Minuman Keras Ilegal Kembali Memakan Korban di Sleman

  • 25 Nov 2022 13:00 WIB
  •  Yogyakarta

Caption foto: AKBP Achmad Rifai saat menunjukkan barang bukti kasus miras ilegal pada konferensi pers di Polresta Sleman, Jumat (25/11/2022). (RRI Jogja/Daniel Kalis)

KBRN, Sleman : Peredaran minuman keras (miras) ilegal kembali memakan korban di Sleman. Kali ini, korban dengan inisial M.F. meninggal dunia setelah menenggak miras di sebuah kost di daerah Pogung Kidul, Mlati, Sleman. M.F. adalah seorang mahasiswa asal Sawah Besar, Jakarta Pusat.

“Dari hasil penyelidikan, diketahui korban meminum minuman beralkohol tidak bermerk pada Senin, 21 November 2022 di sebuah kost daerah Pogung Kidul, “ ujar Kapolres Sleman AKBP Achmad Imam Rifai dalam konferensi pers di Polresta Sleman, Jumat (25/11/2022).

Selain satu korban meninggal, terdapat tiga orang lain yang sedang dirawat di rumah sakit. Sementara total 10 orang telah mengonsumsi miras ilegal ini dan akan terus dilakukan pendalaman.

Dari kasus ini, Polresta Sleman menangkap empat tersangka dengan inisial J.A.S, Y.D.P, N.P.W.Y.R, dan I.P. Para tersangka semuanya berusia 21 tahun dan merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Para tersangka kami bawa ke Mako Polresta Sleman untuk dilakukan pemeriksaan setelah dua alat bukti terpenuhi dan dilakukan gelar perkara, “ ujar Achmad.

Barang bukti yang diamankan dari pelaku berupa satu buah gelas ukur, satu buah dirigen volume lima liter berisi cairan etanol foodgrade, dan 60 botol minuman beralkohol volume 350 ml.

Ia menjelaskan, kasus serupa pernah terjadi juga di awal tahun.

“Kami akan mendalami kembali terkait hubungan yang terjadi, terutama siapa saja yang mengedarkan minuman ini, “ ujarnya.

Dalam mencegah munculnya korban jiwa akibat miras ilegal, Achmad menghimbau agar masyarakat tidak mengoplos, mengonsumsi, dan memperjualbelikan minuman beralkohol secara sembarangan.

Sementara itu, terdakwa inisial J.A.S mengakui kelalaian mereka menjadi penyebab korban meninggal dunia.

“Kami sebelumnya sudah meriset terlebih dahulu bahan-bahan yang digunakan, tetapi karena kelalaian kami sehingga menyebabkan kematian,“ ucapnya. (danielkalis/yyw).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....