Forum Air Dunia Sepakati Tiga Usulan Indonesia
- 23 Mei 2024 17:15 WIB
- Denpasar
KBRN, Nusa Dua : Indonesia mengapresiasi antusiasme peserta menantikan hasil World Water Forum (WWF) ke-10. Animo itu beralasan, mengingat hasil Forum Air Dunia akan dibawa sebagai Concrate Deliverables.
Hasil nyata itu diharapkan berdampak signifikan terhadap upaya menghadapi berbagai tantangan air skala global. Staf Ahli Teknologi dan Industri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Endra Saleh Atmawidjaja menyampaikan, Ministerial Declaration (MD) secara sah telah diadopsi dalam Forum Air Dunia ke-10.
Tindaklanjut MD diakui menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia. PR yang diharap bisa terejawantahkan menjadi aksi nyata.
"Kita sudah tahu ada tiga hal yang diangkat oleh Pemerintah Indonesia. Pertama adalah integrated water resources management on small islands, tentunya ini isu yang sangat penting. Kita tahu air dan perubahan iklim sangat erat kaitannya," katanya di Nusa Dua, Kamis (23/5/2024).
"Sehingga bagi kota-kota yang ada di pulau kecil, atau negara pulau, menjadi suatu isu, bagaimana memberikan akses terhadap air," lanjutnya.
Isu tersebut diklaim relevan dengan Bandung Spirit Water Summit. Spirit itu merepresentasikan kerjasama negara kawasan Asia-Pasifik dan Afrika.
Semangat kerjasama tersebut diharap mampu menjawab tantangan global terkait air.
"Tentunya kita perlu ada pendanaan khusus yang juga kita diskusikan lewat global water fund, untuk menjawab hal-hal seperti ini," ujarnya.
Negara peserta WWF juga menyepakati Centre of Excellence on Water and Climate Resilience. Selain itu, Indonesia tetap mengawal penetapan Hari Danau Sedunia.
"Danau-danau adalah tampungan air alamiah, yang harus kita jaga dan rawat. Dan Indonesia menginisiasi kepada dunia, pentingnya penetapan hari danau untuk bisa menjadi pengingat dan juga menjadi program-program yang nanti bisa disalurkan ke berbagai negara, untuk mempertahankan ekosistem unik ini," jelasnya.
"Untuk air baku, untuk banjir untuk pembangkit listrik tenaga air. Dan kita tahu di berbagai negara, danau ini dijadikan sumber devisa, seperti di Jepang dan Swiss, danau ini adalah asset yang luar biasa," sambungnya.
Forum Air Dunia juga menyepakati compendium dengan jumlah 113 project. Project yang tertuang dalam compendium itu memiliki nilai $9,4 miliar.
"Jadi kenapa kita lakukan seperti ini? Karena memang akses ke air ini masih menjadi tantangan," tegasnya.
"Ini keperluan mendasar, tetapi sampai saat ini kita belum mampu memenuhi untuk seluruh kebutuhan masyarakat, apalagi tantangan urbanisasi, perubahan iklim dan sebagainya," lanjutnya.
Vice President General Secretary Danone Group Indonesia, Vera Galuh Sugijanto memandang, air adalah permasalahan krusial. Diperlukan kolaborasi lintas sektoral dalam mengentaskan permasalahan air, baik di Indonesia maupun di tingkat global.
"Bahwa topik-topik yang sudah disepakati dalam forum di hari kelima ini, menyasar tadi ada integrated water resources management on small islands, ada hari danau, kemudian ada kolaborasi antar negara. Dalam kesempatan ini kami berterima kasih Danone Indonesia diberikan kesempatan untuk bisa berbagi pembelajaran kami di Indonesia dalam menjalankan komitmen untuk terus menjalankan bisnis secara berkelanjutan," ungkapnya.
Berkelanjutan itu kata Vera tidak sebatas kebersinambungan alam, akan tetapi dalam ukuran yang bersifat multi-dimensional. Kalangan swasta disebut harus tetap mengedepankan kesehatan, keberlanjutan lingkungan dan memberikan dampak positif dalam pembangunan sumber daya manusia serta komunitas.
"Dalam pilar lingkungan tadi, sangat fokus, salah satunya adalah mengenai keberlanjutan air. Bagaimana kita menjaga sumber air dan juga ekosistemnya," kata Vera.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....