Melihat Keindahan Desa Wisata Aik Berik, Peraih ADWI 2024

  • 18 Sep 2024 08:47 WIB
  •  Mataram

BRN, Mataram: Di ujung utara Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya di bawah kaki megah Gunung Rinjani, terdapat sebuah desa yang dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan sumber daya airnya. Desa ini bernama Desa Aik Berik. Hamparan persawahan hijau yang memanjakan mata menghiasi sepanjang jalan menuju desa, menciptakan panorama indah yang selalu siap menyambut pengunjung.

Liputan RRI Mataram pada Selasa 17 September 2024 melihat langsung para wisatawan yang menginap di homestay-homestay milik warga dapat menikmati pemandangan yang sangat Instagramable. Baik saat matahari terbit maupun terbenam di ufuk barat, keindahan sawah yang menyatu dengan megahnya Gunung Rinjani di kejauhan menjadi momen yang sulit dilupakan. Selain pesona persawahan, Desa Aik Berik juga dikenal dengan perkebunan buah-buahan tropis seperti pisang, manggis, jeruk, durian, rambutan, dan alpukat, yang tumbuh subur di tanah desa ini.

Dengan luas hutan mencapai 826 hektar, desa ini tidak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang indah, tetapi juga memberikan pengalaman agrowisata. Pengunjung dapat menikmati segarnya buah langsung dari pohonnya sembari menikmati kesejukan hutan yang dikelola oleh masyarakat setempat. Kesuburan tanah di Desa Aik Berik tak lepas dari pengaruh Gunung Rinjani, gunung api yang menyuplai nutrisi ke tanah sekitarnya.

(Gasingan, salah satu permainan tradisional yang disuguhkan kepada wisatawan yang berkunjung ke desa aik berik)

Gunung Rinjani, atau yang dulu dikenal sebagai Gunung Samalas, memiliki peran penting sebagai "tandon air" raksasa bagi Pulau Lombok. Sebagian besar sungai di pulau ini bersumber dari gunung tersebut, menciptakan lebih dari 100 air terjun dan ribuan mata air di sekitar kaki gunung. Di Desa Aik Berik sendiri, terdapat 77 sumber mata air dengan debit rata-rata 500 liter per detik. Oleh karena itu, desa ini sering disebut sebagai "village of springs".

Tak hanya itu, desa ini juga memiliki sekitar 10 air terjun indah yang tersembunyi di hutan desa. Keberadaan air terjun tersebut membuat Desa Aik Berik mendapatkan julukan lain sebagai "village of waterfalls". Kombinasi alam yang memukau, udara segar, dan potensi wisata yang beragam menjadikan Desa Aik Berik sebagai destinasi yang wajib dikunjungi bagi para pecinta alam dan petualang.

Tidak heran jika dewasa ini, masuk dalam 50 desa wisata terbaik Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Desa ini bersaing dengan 6 ribu lebih desa di seluruh Indonesia, dan menjadi satu-satunya desa yang mewakili NTB di ajang tersebut. Saat ini, Desa Aiq Berik tengah dinilai untuk bersaing menjadi yang terbaik di Indonesia.

(Dewan Juri ADWI, Chef Vindex Tengker saat menyerahkan piagam 50 besar ADWI kepada PJ Kepala Desa Aik Berik Tirto Handoyo)

Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi, Kurleni Ukar di sela-sela melakukan penilaian ke desa tersebut mengakui kelebihan yang dimiliki desa ini. Eksotisnya alam hijau Aik Berik ditunjang oleh daya tarik amenitas, pemasaran digital, kelembagaan dan resiliensi yang kuat akan mampu mendorong kunjungan wisatawan.

“Dengan datangnya wisatawan, kita bisa mendorong pengeluaran wisatawan untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” Katanya.

Dewan Juri ADWI, Chef Vindex Tengker mengakui keunikan yang dimiliki Desa Aiq Berik. Dia juga berpesan agar digitalisasi dan kelembagaan yang kuat akan dapat menjadikan desa ini lebih berdaya saing dengan desa-desa pemenang ADWI lainnya di Indonesia.

Sementara itu, Tirto Handoyo Penjabat (PJ) Kades Aik Berik menuturkan, keunggulan lain dari Desa Aik adalah ditetapkannya sebagai jalur pendakian ke Gunung Rinjani sebagai bagian dari Global Geopark Network pada 2028. Kondisi ini secara langsung menjadi daya tarik baru wisatawan.

Meski demikian, desa wisata ini juga masih dihadapkan dengan keterbatasan infrastruktur penunjang dan jaringan seluler. Harapannya, persoalan ini dapat atas dengan dibantu intervensi pemerintah daerah.

“Jujur saja kendala kami saat ini juga jaringan seluler yang masih lemah, ini jadi kendala termasuk infrastruktur lain,” Ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamaludin Maladi mengatakan, keberhasilan Aik Berik masuk dalam 50 besar ADWI tahun ini patut dibanggakan. Apalagi, menjadi satu-satunya desa yang berhasil masuk ADWI dari 600 lebih desa yang mengikuti ajang tersebut. Tahun lalu, NTB mampu mengirimkan 3 desa sekaligus dalam daftar 50 besar nasional.

“Kami tentu berharap, Desa Aik Berik akan menjadi juara pada ADWI tahun ini, dan kami yakin itu,” Ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....