Kemacetan di Kawasan Puncak Tak Kurangi Minat Wisatawan

  • 17 Sep 2024 04:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia, Prof. Azril Azahari mengungkapkan, kemacetan di kawasan Puncak dipicu oleh tiga faktor utama yang terus berulang setiap tahunnya. Ia menjelaskan bahwa perubahan perilaku wisatawan menuju wisata minat khusus seperti 'green tourism', turut mempengaruhi situasi.

“Pergeseran perilaku pengunjung menuju wisata alam seperti green healing dan family gathering menjadi salah satu penyebab utama,” kata Azril dalam perbincangan dengan Pro 3 RRI, Senin (16/9/2024).

Ia menuturkan bahwa kemacetan biasanya terjadi pada saat liburan panjang akhir pekan. Menurutnya, kombinasi hari libur tambahan di luar Sabtu-Minggu juga memperparah kondisi lalu lintas.

“Kemacetan parah sering terjadi pada akhir pekan panjang, terutama jika libur Jumat atau Senin ditambahkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Azril menyebut tingginya biaya wisata ke tempat lain membuat kawasan Puncak tetap menjadi pilihan. Ia berpendapat bahwa pemerintah harus turun tangan untuk memberikan solusi, terutama dalam masalah biaya.

"Biaya yang lebih murah dibandingkan destinasi seperti Raja Ampat membuat Puncak lebih menarik bagi wisatawan," ucapnya.

Azril juga mengungkapkan bahwa wisata murah tetap menjadi daya tarik utama, meskipun ada kemacetan yang parah. Menurutnya, dampak negatif kemacetan ini bisa diatasi dengan pengaturan lalu lintas yang lebih baik.

"Jika pemerintah bisa menangani zonasi wisata dan infrastruktur, kemacetan di Puncak bisa lebih terkendali," ujarnya mengakhiri perbincangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....