Wisata Dugong Pantai Mali, Berkah bagi Nelayan
- 25 Agt 2024 13:30 WIB
- Atambua
KBRB, Alor: Adanya wisata dugong di Pantai Mali, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi berkah tersendiri bagi nelayan setempat. Mamalia laut dugong (duyung) ini memang begitu menarik hati wisatawan lokal hingga mancanegara.
Diungkapkan seorang nelayan bernama Ape kepada RRI, Sabtu (24/8/2024), jika ingin melihat dugong, pengunjung harus menggunakan perahu nelayan. Dugong yang telah jinak ini berada di kawasan Suaka Alam Perairan (SAP) Teluk Kabola, Selat Pantar, Alor.
Tarif sewa perahu nelayan untuk melihat dugong berkisar mulai Rp150.000 untuk wisatawan lokal dan Rp250.000 untuk wisatawan asing. Kini, jasa mengantarkan turis melihat dugong menjadi sumber penghasilan bagi nelayan selain mencari ikan.
Saat tertentu seperti musim liburan menjadi kesempatan bagi mereka meraup lebih banyak pundi-pundi rupiah. Apalagi ketika ada event di Kabupaten Alor yang tentunya mengundang banyak wisatawan.
"Kalau tidak ada pengunjung berarti kembali menjadi nelayan seperti biasa," ujar Ape. "Jika ramai saat liburan atau ada event kami bisa mendapat 3 juta sampai 4 juta rupiah dengan menurunkan 4 sampai 5 perahu," lanjutnya menambahkan.
Menyusuri laut dengan perahu dari tepi Pantai Mali ke arah Pulau Sika barulah kita bisa melihat dugong langka ini. Memakan waktu sekitar lima menit perjalanan, pengunjung diantar 2 atau 3 nelayan dengan bisa memuat hingga 7 penumpang.

Dikisahkan Ape, dugong ini sebelumnya ditemukan oleh nelayan dan diberi nama Mawar. Sang penemu kemudian berhasil menjinakkan dugong pada 2017, saat itu diketahui Mawar ternyata berjenis kelamin jantan.
"Dulunya bernama Mawar dan saat diketahui jantan, akhirnya berubah nama menjadi Mawardi, namun sudah terbiasa dipanggil Mawar," ujar Ape.
Waktu mengunjungi Mawardi yaitu sekitar pukul 08.00 WITA hingga siang hari dengan harus mematuhi peraturan yang ada. Pengunjung dapat menikmati waktu bersama dugong nan lucu dengan berbagai atraksinya selama kurang lebih 30 menit.
Diakhir, Ape mengungkapkan bahwa Pantai Mali dengan potensi wisata dugong yang luar biasa sangat membutuhkan sentuhan perhatian. Seraya ia berharap akan adanya event besar di Kabupaten Alor agar bisa terus menarik wisatawan.
"Semoga tempat wisata Pantai Mali bisa ditata lebih baik dan lebih banyak event di Alor seperti tahun sebelumnya," ucapnya mengakhiri. (Ratna Asmawati)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....