Resmi Dilaunching, Grebeg Suro Ponorogo 2024 Tak Lagi Bebani APBD

  • 29 Mei 2024 03:15 WIB
  •  Madiun

KBRN, Ponorogo: Event tahunan Grebeg Suro Ponorogo 2024 akan segera dihelat, namun ada yang berbeda pada gelaran tahun ini. Dimana biaya Grebeg Suro tidak akan dibebankan lagi pada APBD Ponorogo sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

“Grebeg Suro tahun ini kami mencoba untuk tidak menggunakan lagi APBD. Budaya bagus tapi kalau menjadi ‘kolesterol’ (membebani) bagi APBD jadi tidak bagus, kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, saat melaunching Grebeg Suro 2024 di Pendopo kabupaten, Selasa (28/5/2024) malam.

Baca juga: 'Local Hero Ponorogo', Upaya Pelibatan Aktif Publik di Event Grebeg Suro

Sugiri optimis nama besar Reog Ponorogo dan Grebeg Suro mampu menjadi daya tawar dan menarik banyak pihak, serta investor untuk patungan pada festival budaya akbar tahunan itu.

“Ini Grebeg Suro layak jual, maka saya mencoba mengkolaborasi, kita orkestrasi kekuatan yang kita miliki,” lanjutnya.

Ia memastikan upaya kerjasama dengan pihak ketiga menjadi opsi pembiayaan yang saling menguntungkan. Bahkan ia menargetkan skema kali ini akan menjadi role model sejumlah event ke depannya serta menciptakan multiplayer effect bagi masyarakat.

Berita terkait: Deadline, Terakhir Pendaftaran Volunteer Grebeg Suro Ponorogo 2024

Pemkab Ponorogo menggandeng Lokhomotiv Organizer (Local Hero Motivation) yang menggawangi event Grebeg Suro. Termasuk sejumlah pihak yang mendukung event ini, para sponsorship, pelaku UMKM dan sebagainya.

“Mudah-mudahan ini bisa gandeng dengan pihak ketiga. Akan ada simbiosis yang tentu sama-sama menguntungkan. Akan ada efek domino, spent money, ada perputaran yang besar,” ujarnya.

Sugiri menyebut biaya Grebeg Suro tahun ini diperkirakan menelan anggaran Rp 5,6 milyar. Pun APBD yang dikucurkan hanya sebagai dana pendamping sebesar 10 persen atau sekitar Rp 430 juta.

“Biaya sekian itu jika tidak ada pembengkakan, tapi kita ada plan A, plan B. Tapi saya Optimis bisa jalan,” jelasnya.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Apresiasi Kirab Budaya Grebeg Suro Ponorogo

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi mengaku telah menyiapkan jauh hari gelaran tahunan itu. Apalagi Grebeg Suro dan Festival Reog masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf RI.

Judha mengungkapkan dengan masuknya Festival Reog Nasional dalam KEN selama 3 tahun berturut-turut membuat Grebeg Suro menjadi event yang memiliki daya tawar.

“Tiga bulan kami menyiapkan dengan inovasi dan menggerakkan local hero Ponorogo yang dimotori local hero Indonesia. 3 Tahun berturut-turut masuk KEN baru kali ini kita bisa menjualnya dan yang membanggakan nyaris tanpa APBD,” ucapnya.

Baca juga: Segera, Grebeg Suro 2024 Pemkab Ponorogo Siapkan 'Tagline' Khusus

Ia pun menekankan bahwa event tahunan Grebeg Suro bukan lagi pemerintah sentris, tetapi event milik masyarakat. Sehingga ia berharap lebih banyak pelibatan aktif sejumlah elemen masyarakat.

“Ponorogo ini menjadi kabupaten kreatif. Bahwa Grebeg Suro ini adalah milik anda, milik semua masyarakat Ponorogo,” tandas Judha.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....