Keberadaan Badak Bercula Satu yang Jarang Terlihat di TNUK

  • 06 Mei 2024 09:13 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Taman Nasion Ujung Kulon (TNUK) di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, mempunyai sejarah yang tidak dapat terhindarkan. Berawal dari letusan gunung Krakatau tahun 1983. Meskipun letusan Krakatau telah menyapu bersih kawasan Ujung Kulon. Akan tetapi beberapa tahun kemudian diketahui bahwa ekosistem-vegetasi dan satwa liar di Ujung Kulon tumbuh baik dengan cepat. Salah satu ke khasan yang dapat ditemukan di TN Ujung Kulon adalah keberadaan Badak Jawa yang masih hidup namun dengan spesies yang terbilang tidak banyak.

Koordinator Genpi Banten, Jalaludin mengungkapkan untuk melihat langsung keberadaan Badak Jawa tidaklah mudah, karena spesies ini jarang menunjukan dirinya. Badak bercula satu termasuk binatang pemalu dan sensitif, sedikit gangguan saja bisa membuat satwa ini terganggu. Oleh karenanya, pengelolaan konservasi badak ini cukup sulit. Bahkan ketika stres, mereka mungkin akan melukai dirinya sendiri.

“Untuk melihat Badak Jawa kita harus sabar karena dibutuhkan waktu berhari-hari untuk melihatnya tanpa menggunakan wewangian apapun dan berbaur dengan alam, dan itupun tidak dapat dipastikan jika beruntung maka akan mendapatkan momen untuk melihat Badak Jawa tersebut,” ujarnya.

Badak Jawa memiliki satu cula (spesies lain memiliki dua cula). Culanya adalah cula terkecil dari semua badak, biasanya lebih sedikit dari 20 cm dengan yang terpanjang sepanjang 27 cm. Seperti semua badak, badak Jawa memiliki penciuman dan pendengaran yang baik tetapi memiliki pandangan mata yang buruk. Mereka diperkirakan hidup selama 30 sampai 45 tahun.

Bukti adanya keberadaan badak jawa salah satunya dengan tulang belulang dari Badak Jawa yang sudah mati kemudian dirakit kembali sebagai salah satu bentuk peninggalan sejarah nantinya.

“Saat kita main kesana, kami mendapat fakta bahwa ada salah satu Badak yang mati bernama Badak Sultan, kemudian dari tulang belulangnya tidak dikubur atau dibiarkan namun di rakit kembali untuk di jadikan peninggalan serta bukti keberadaan Badak Jawa di Banten, tulang belulang tersebut di rakit di kampus IPB,” ucapnya.

Saat ini Kawasan TN Ujung Kulon sudah dinyatakan sebagai geopark nasional dalam Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM RI Nomor: 393.K/GL.01/MEM.G/2023 tentang Penetapan Taman Bumi (Geopark) Nasional Ujung Kulon pada 10 November 2023.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....