Pelaku Wisata Bali Soroti Minimnya Promosi Pariwisata
- 01 Mar 2024 03:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pelaku Wisata Bali I Wayan Puspa Negara menyoroti minimnya promosi pariwisata Indonesia yang dinilai kalah dibanding negara lain. Untuk itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) harus menggenjot promosi pariwisata Indonesia.
"Kalau kita mau jujur, kita kalah kalah jauh dengan negara-negara lain dari perspektif promosi," kata Wayan dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Kamis (29/2/2024) malam.
Wayan mencontohkan, salah satu negara yang gencar dengan promosi pariwisatanya adalah Malaysia. Malaysia mempunyai promosi pariwisata dengan motto 'Malaysia Truly Asia'.
"Kita Indonesia apa? Wonderful Indonesia. Coba ditanya di Singapura atau Australia kenal nggak Wonderful Indonesia? Tapi mereka tahu Indonesia Wonderful, terbalik ya itu bukan tagline kita," ujarnya.
Wayan menyarankan agar perspektif promosi pariwisata Indonesia ini harus lebih fokus. Menurutnya, dalam proomosi pariwisata ini harus memanfaatkan KBRI di sejumlah negara.
"Promosi pariwisata jangan dilakukan pada saat momen tertentu seperti 17 Agustus. Itu tidak berkelanjutan, tapi kita maklum mungkin ini persoalan budget," ucapnya.
Untuk itu, ia berharap KBRI dan KJRI di sejumlah negara dapat menciptakan momentum dalam mempromosikan pariwasata Indonesia secara masif. "Jadi semakin banyak metode dan cara promosi yang dilakukan dalam mempromosikan suatu destinasi semakin baik," katanya.
Sedangkan Kemenparekraf menargetkan 9,5-14,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2024. Dengan mengusung konsep pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan (pariwisata hijau).
“Jumlah wisatawan mancanegara tahun 2024 sebanyak 9,5 juta sampai 14,3 juta kunjungan," kata Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. Hal itu dikatakan usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) 2023 di Bandung.
Sandi menjelaskan pada tahun 2023 jumlah kunjungan wisman telah mencapai 9,49 juta kunjungan. Hal ini artinya telah melampaui dari target 2023 sebanyak 8,5 juta kunjungan.
Selain menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara, Kemenparekraf juga menargetkan perjalanan pada wisatawan nusantara pada tahun depan.
"Pergerakan wisatawan nusantara kita pompa, targetnya tahun depan 1,25 miliar perjalanan dan 1,5 miliar pergerakan wisatawan nusantara," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....