Keraton Solo Revitalisasi Tiga Belas Titik, Museum Ditutup sementara
- 25 Jul 2026 12:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Museum Keraton Solo ditutup sementara selama proses revitalisasi hingga akhir 2026 agar pekerjaan konservasi dan pemugaran berjalan lebih optimal.
- Revitalisasi mencakup 13 titik di kawasan Keraton Solo, termasuk museum, Pagelaran, Sitinggil, Kasentanan, Panti Pidono, Kraton Kilen, dan Panggung Sangga Buwana.
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan revitalisasi dilakukan untuk menjaga kelestarian cagar budaya nasional sekaligus memperkuat nilai sejarah bagi masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Museum Keraton Solo akan ditutup sementara untuk umum selama proses revitalisasi yang berlangsung hingga akhir 2026. Penutupan dilakukan agar pekerjaan konservasi dan pembenahan dapat berjalan lebih maksimal tanpa mengganggu aktivitas wisata.
SISKS Paku Buwono XIV Mangkubumi mengatakan seluruh kegiatan wisata dihentikan selama proses revitalisasi dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan. Menurutnya, hanya petugas yang terlibat dalam pekerjaan revitalisasi diperbolehkan beraktivitas di area museum selama pengerjaan.
"Penutupan sementara dilakukan agar proses revitalisasi berjalan lebih maksimal tanpa mengganggu pekerjaan yang sedang dilaksanakan pemerintah. Setelah seluruh tahapan selesai, Museum Keraton Solo akan kembali dibuka untuk masyarakat dan wisatawan," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 25 Juli 2026.
Sebelum pekerjaan dimulai, Balai Pelestarian Kebudayaan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan beserta seluruh koleksi museum. Seluruh benda bersejarah juga akan dipindahkan ke tempat penyimpanan yang lebih aman untuk mendukung proses konservasi.
Ia menjelaskan revitalisasi mencakup sekitar 13 titik penting di kawasan Keraton Solo yang memiliki nilai sejarah tinggi. Selain museum, pekerjaan juga menyasar Bangsal Pradonggo Kidul yang sebagian proses pembangunannya telah dimulai beberapa bulan sebelumnya.
"Fokus utama kami berada di kawasan museum karena koleksi di dalamnya harus segera dikonservasi dan didata secara menyeluruh. Semua tahapan dilakukan melalui mekanisme yang tepat agar warisan budaya tetap terjaga untuk generasi mendatang," ucapnya.
Sejumlah bangunan bersejarah seperti Pagelaran, Sitinggil, Kasentanan, Panti Pidono, Kraton Kilen, hingga Panggung Sangga Buwana turut direvitalisasi. Pekerjaan tersebut mulai dilaksanakan sejak 23 Juli 2026 sebagai bagian dari program pelestarian kawasan Keraton Solo.
Revitalisasi dilakukan secara bertahap untuk memastikan setiap bangunan mendapatkan penanganan sesuai kondisi serta kebutuhan konservasi masing-masing. Pemerintah berharap seluruh proses mampu menjaga keaslian bangunan sekaligus meningkatkan kualitas kawasan cagar budaya nasional.
"Mulai tahun ini revitalisasi Keraton Surakarta kami laksanakan karena statusnya telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional Indonesia. Pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui pihak yang telah ditunjuk pemerintah, yaitu Panembahan Tedjowulan agar proses pelestarian berjalan sesuai ketentuan," ujar Menteri Kebudayaan, Fadli Zon saat menghadiri Taklimat Media: Pemulangan Artefak Budaya Indonesia, Lobby Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Juli 2026.
Ia menilai revitalisasi menjadi langkah penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat nilai sejarah bagi masyarakat luas. Pemerintah juga memastikan program pelestarian kawasan Keraton Solo akan berlanjut pada tahap berikutnya hingga seluruh area tertangani dengan baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....