'Fun Run' di IKN Diusulkan Digelar Rutin, Komisi VII DPR Bidik Wisatawan dan UMKM
- 14 Jul 2026 11:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Komisi VII DPR RI mendorong, pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai destinasi 'sports tourism' dan 'wellness tourism'. Pernyataan tegas ini, diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.
- Salah satu gagasan yang diusulkan politikus Gerindra ini, yakni enyelenggaraan kegiatan 'Fun Run' secara rutin. Tujuannya, demi menarik wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat dan pelaku UMKM sekitar IKN.
- Dengan lampu-lampu (di IKN) ini, desain 'lighting outdoor' bisa sangat berpengaruh, bisa kita dorong untuk adanya kegiatan-kegiatan wisata kebugaran.
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi VII DPR RI mendorong, pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai destinasi 'sports tourism' dan 'wellness tourism'. Pernyataan tegas ini, diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.
Salah satu gagasan yang diusulkan politikus Gerindra ini, yakni enyelenggaraan kegiatan 'Fun Run' secara rutin. Tujuannya, demi menarik wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat dan pelaku UMKM sekitar IKN.
"Dengan lampu-lampu (di IKN) ini, desain 'lighting outdoor' bisa sangat berpengaruh, bisa kita dorong untuk adanya kegiatan-kegiatan wisata kebugaran. Atau wellness tourism, termasuk sports tourism," kata Rahayu dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
Mengingat, kata Rahayu, kawasan IKN memiliki lingkungan yang sangat mendukung untuk penyelenggaraan kegiatan olahraga masyarakat, terutama pada malam hari. Menurutnya, penataan pencahayaan di ruang terbuka dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.
Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, penyelenggaraan Fun Run secara rutin tidak hanya bermanfaat bagi sektor olahraga dan pariwisata. Tetapi juga mampu menciptakan multiplier effect yang besar terhadap perekonomian daerah.
"Multiplier effect-nya luar biasa, pertama mendatangkan wisatawan. Yang kedua dengan datangnya wisatawan berdampak bagi UMKM, food and beverage, mungkin bahkan suvenir dan seterusnya," ucap Rahayu.
"Itu akan menjadi daya tarik dan menambah nilai yang luar biasa. Saya rasa itu jadi satu kegiatan yang bisa diadakan mungkin setiap tiga bulan," sambung ucapan Rahayu.
Selain menjadi pusat pemerintahan, Rahayu mengharapkan, IKN juga berkembang sebagai pintu gerbang wisata di Kalimantan Timur. Menurutnya, potensi desa wisata dan kekayaan budaya lokal di sekitar kawasan IKN perlu terus dikembangkan.
Ia meyakini, meningkatnya kunjungan wisatawan ke IKN akan menjadi insentif bagi desa-desa di sekitarnya. Sekaligus, dapat mengembangkan destinasi wisata masing-masing, sehingga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Kalau IKN bisa menjadi pemantik untuk membawa para wisatawan keliling ke daerah-daerah sekitar, itu menjadi insentif untuk desa-desa di sekitar IKN. Banyak hal yang saya rasa bisa dikembangkan untuk kembali lagi menghadirkan multiplier effect," kata Rahayu.
Dengan konsep sports tourism dan wellness tourism, IKN diharapkan tidak hanya menjadi simbol pusat pemerintahan baru Indonesia. Tetapi juga, berkembang sebagai destinasi wisata yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Diketahui sebelumnya, Rahayu Saraswati telah memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Kunjungan itu, dilakukan pada, Senin, 13 Juli 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....