Kemenparekraf Susun Pengembangan Pariwisata Aman Bencana

  • 13 Mar 2023 05:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sedang menyusun pengembangan destinasi pariwisata aman bencana. Hal ini dilakukan sebagai upaya mitigasi kondisi darurat yang menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

"Kita memiliki gagasan untuk memitigasi bencana dengan ditempatkan menjadi salah satu pembangunan sektor pariwisata. Dengan begitu, pariwisata dan ekonomi kreatif akan semakin bersaing kalau tangguh dan berkelanjutan," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam perbincangan dengan Pro 3 RRI, Minggu (12/3/2023).

Untuk pengembangan pariwisata aman bencana itu, pihaknya akan berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga. "Karena kalau kita lihat kan kegiatan mitigasi ini lintas sektor lembaga dan instansi sehingga kesiapan menghadapi bencana, maka pariwisata itu harus dengan konsep sinergi, harmonisasi dan orkestrasi diantara lintas kementerian dan lembaga," ujarnya.

Menurut Sandiaga, dengan program yang dirancang itu maka perlu dilakukan penerapan manajemen pengunjung. Ia menegaskan tidak ingin musibah yang terjadi di Itaewon Korea Selatan, terjadi di destinasi wisata Indonesia nantinya.

Selain itu, Menparekraf juga menekankan pentingnya mengelola manajemen atraksi dalam sebuah pertunjukan. Ia merujuk pada beberapa konser yang telah di-manage dengan baik, antara lain konser Deep Purple di Solo serta Blackpink di Jakarta.

Menurut Sandiaga, hal yang terpenting lain adalah perlunya daya dukung lingkungan atau carrying capacity. Dia tidak ingin sebuah event mengalami kelebihan kedatangan pengunjung atau membludak.

"Akhirnya mengakibatkan kerusakan baik terhadap alam lingkungan maupun fasilitas dan berbahaya bagi msyarakat itu sendiri," katanya.

Menurut Sandi, untuk mengantisipasi hal tersebut perlu ada crisis center di setiap destinasi. Terkait masalah ini, Kemenparekraf telah berkolaborasi denga Disaster Risk Reduction UI (DRRC UI), salah satunya utuk meningkatkan kualitas desa wisata.

"Program ini untuk meningkatkan kualitas desa wisata terutama dan implementasi ini sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) dan juga mitigasi bencana," ujarnya.

Sehingga ia pun meyakini destinasi wisata seperti desa wisata itu akan berkelas dunia meskipun berada di pedesaan. Nantinya proses penilaian kerusakan, kerugian dan kebutuhan akan melalui kebutuhan pascabencana atau Disaster Needs Assessment seperti terjadi di Cianjur kemarin.

Menparekraf menargetkan pada tahun 2023 ini pengurangan risiko bencana ini harus diprioritaskan karena banyaknya jumlah bencana.

"Kita tidak ingin jatuh korban lagi dalam kegiatan wisata banyak sudah yang kita lakukan namun perlu kita tingkatkan agar wisatawan bisa melakukan kegiatan wisata secara aman, nyaman dan menyenangkan," kata Sandiaga mengakhiri.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....