Bali sebagai Tuan Rumah Tahun 2025, Kenali Sejarah ITOP Forum

  • 27 Feb 2025 11:09 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Bali memiliki fasilitas dan infrastruktur yang mendukung kegiatan MICE atau Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions. Menjadi salah satu destinasi utama untuk wisata MICE, Bali telah dilengkapi dengan infrastruktur moderen serta aksesibilitas internasional yang baik, tentu sangat berpengaruh pada penyelenggaraan acara berskala internasional.

Berdasarkan keterangan Ida Ayu Indah Yustikarini, SS., M.Hum, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Bali, bahwa provinsi Bali, Indonesia pada pertengahan tahun ini akan menjadi tuan rumah atau host Inter Island Tourism Policy Forum atau disingkat ITOP Forum ke 26. Forum ini akan dihadiri oleh 10 negara yang setingkat gubernur.

Tahukah anda? awalnya, Inter Island Tourism Policy Forum atau Forum Kebijakan Pariwisata Antar-Pulau didirikan pada 23-25 Juli 1997 yang dipimpin oleh Jeju. Forum ini bertujuan untuk mengeksplorasi pasar pariwisata dunia secara bersama-sama dengan mengumpulkan pulau-pulau yang memiliki kesamaan budaya dan struktur serta kebijakan pariwisata.

ITOP merupakan forum yang terdiri atas 10 negara setingkat gubernur, yaitu Bali indonesia, Jeju korea selatan, Hinan China, Okinawa Jepang, Phuket Thailand, Penang Malaysia, Hawaii Amerika Serikat, Zanzibar Tanzania, Southern Province Srilanka dan Cebu Filipina.

Dikutip dari situs resmi ITOP Forum, organisasi ini merupakan badan konsultasi bagi pemerintah daerah, untuk saling mendukung kebijakan pariwisata bersama. Dalam kesempatan forum, kepala daerah yang tergabung dalam ITOP saling mengembangkan berbagai produk pariwisata bersama dari pulau-pulau. Pengembangan produk pariwisata juga untuk memperkuat perekonomian pulau dan melaksanakan studi serta penelitian untuk manajemen yang lebih baik.

Hal penting lainnya yang menjadi komitmen kepala daerah dalam ITOP adalah untuk meningkatkan standar kehidupan umum pulau anggota melalui pembangunan ekonomi dan globalisasi serta berkontribusi pada pertukaran antar-pulau melalui pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Juga, membentuk cara kerja sama untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan pariwisata dan lingkungan seperti peningkatan suhu dan perubahan iklim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....