Indonesia Siap Pimpin Inovasi Teknologi Kuantum di Asia Tenggara

  • 23 Sep 2024 07:28 WIB
  •  Voice of Indonesia

KBRN, Tangerang Selatan: Indonesia, sebagai negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara, memiliki potensi besar untuk memimpin inovasi dalam teknologi kuantum. Di tengah perkembangan era digital yang pesat, teknologi kuantum menawarkan peluang signifikan yang dapat berdampak pada sektor-sektor penting seperti informasi, kesehatan, pertahanan, dan manufaktur.

Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) BRIN, Ratno Nuryadi, mengungkapkan bahwa 2025 ditetapkan oleh UNESCO sebagai 'Tahun Kuantum', bertepatan dengan 100 tahun sejak lahirnya mekanika kuantum. "Ini menandai tonggak penting dalam perkembangan teknologi global," ujarnya.

Ratno menambahkan, "Sejak penemuan semikonduktor, teknologi kuantum telah mengubah dunia. Dari komputasi hingga kriptografi dan sensing, kita menyaksikan potensi revolusioner yang bisa membawa transformasi signifikan di berbagai sektor." Inisiatif Indonesia Quantum Readiness bertujuan untuk memastikan bahwa Indonesia siap mengadopsi dan memanfaatkan teknologi ini secara luas.

Teknologi komputasi kuantum, misalnya, menawarkan kemampuan pemrosesan yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan komputer klasik. Ini memungkinkan pemecahan masalah kompleks dalam waktu singkat. Kriptografi kuantum juga memberikan solusi keamanan canggih di tengah meningkatnya ancaman siber. Namun, pemahaman tentang teknologi ini masih terbatas di kalangan masyarakat dan profesional di bidang teknologi.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, BRIN meluncurkan "Indonesian Quantum Initiative", yang bertujuan memberikan dorongan kepada pengambil kebijakan dalam membangun infrastruktur dan ekosistem yang mendukung pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi kuantum. Seminar dan diskusi mengenai “Quantum Science and Technology” diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi dan aplikasi teknologi kuantum.

Direktur Pendidikan Tinggi dan Iptek di Kementerian PPN/Bappenas, Andri N.R. Mardiah, menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan di bidang fisika kuantum. "Kita perlu mempersiapkan SDM yang ahli dalam teknologi ini agar dapat mendukung pencapaian prioritas nasional," ungkapnya.

Yanuar Nugroho, Koordinator Tenaga Ahli Sekretariat Nasional SDGs di Kementerian PPN/Bappenas, menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi kuantum dapat meningkatkan sektor-sektor penting seperti kesehatan dan komunikasi. "Indonesia memiliki kesempatan besar untuk menjadi pemain utama di bidang ini, jika kita memanfaatkan momentum dengan baik," jelasnya.

Mohammad Subekti dari BRIN menekankan perlunya pembangunan infrastruktur yang mendukung perkembangan teknologi kuantum, termasuk laboratorium dan pusat penelitian. "Dengan infrastruktur yang tepat, Indonesia bisa memperkuat posisinya dalam arena teknologi kuantum global," tegasnya.

Sumber: brin.go.id.

News Recomendation

Latest News

Loading latest news.....