Menyelamatkan Lingkungan Melalui Penggunaan Teknik Ecoprint pada Produk

  • 17 Mei 2024 16:21 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Ecoprint merupakan teknik untuk pencetakan bentuk dan warna alami tumbuhan (daun, bunga, ranting dan kulit) pada bahan kain atau kulit untuk membuat produk tertentu seperti baju, tas atau sepatu. Proses ini melibatkan penggunaan panas dan tekanan untuk mengalihkan pigmen alami dari tanaman ke serat kain yang memberikan efek warna dan pola yang unik serta menarik.

Teknik ecoprint pertama kali muncul pada awal tahun 2000-an oleh India Flint, seorang seniman yang menjadi sosok sentral dalam perkembangan ecoprint. Sementara di Indonesia teknik ini diperkenalkan pada tahun 2016 yang memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat seniman dan perajin lokalnya.

Saat ini teknik ecoprint sudah sangat berkembang ditandai dengan banyak pengusaha-pengusaha yang menggunakan teknik tersebut untuk membuat produknya. Salah satunya Vivi Mulia dengan brandnya ‘Achi Craft Gallery’ yang beralamat di Jalan Kalawi Barat no. 7 Kota Padang dengan konsentrasi usaha ke kriya (kerajinan tangan).

Achi Craft Gallery sejak awal berdiri tahun 2016 sudah menggunakan teknik ecoprint untuk produknya berupa tas dan sepatu yang berbahan dasar kulit. Vivi, owner Achi Craft Gallery mengatakan proses pewarnaan atau pencetakan dengan teknik ecoprint memerlukan penanganan khusus dimana produk yang dihasilkan tidak bisa dengan motif atau warna yang sama.

Proses pewarnaan dan motif dengan bahan alami tergantung suhu dan keadaan alam tempat tanaman tersebut tumbuh yang akan berpengaruh terhadap produk itu sendiri.

“Termasuk jenis daun yang digunakan juga sangat berpengaruh seperti daun waru, daun kalpataru, daun jambu biji, daun lanang dan daun jati itu yang memiliki tanin tinggi” ungkap Vivi pada program Pojok UMKM pro4 RRI Padang. Vivi juga mengatakan daun yang memiliki tanin tinggi menghasilkan warna dan motif yang jelas, sedangkan daun yang tidak memiliki tanin tinggi walaupun bentuk dan warna daun bagus namun hanya akan menghasilkan siluet saja tanpa hasil yang sempurna.

Teknik ecoprint dalam proses pembuatannya mempunyai dua cara, yakni teknik pounding (pukul) dan juga steam (kukus). Untuk produk dari Achi Craft Gallery, Vivi menggunakan teknik steam yang menghasilkan warna dan motif lebih pekat karena daun yang digunakan tersebut ditempelkan ke bahan kulit dan dikukus menggunakan bahan alami yakni tawas.

Achi Craft Gallery menggunakan teknik ecoprint dengan pewarna alami menggantikan pewarna sintetis yang berpotensi merusak lingkungan. Dengan mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya, ecoprint membantu menjaga kualitas air serta mengurangi polusi dan lingkunganpun terselamatkan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....