Kerajinan Bambu Gunung Sari Menarik Pembeli dari dalam Negeri dan Luar Negeri

  • 03 Okt 2023 13:53 WIB
  •  Mataram

KBRN, Lombok Barat: Kerajinan bambu telah menjadi bagian integral dari budaya dan mata pencaharian utama sebagian warga Gunung Sari, Lombok Barat. Pedagang kerajinan tangan Isro Sriwati, yang berasal dari dusun Dasan Bare, desa Taman Sari, kecamatan Gunung Sari, menjelaskan bahwa kerajinan bambu dari wilayah ini mendapatkan perhatian dari pembeli baik dalam maupun luar negeri.

Menurut Isro Sriwati, pembeli dari luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia, tertarik dengan kerajinan bambu khas Gunung Sari. Sementara dari dalam negeri, terutama dari Dompu, Sumbawa, dan Jakarta, juga berminat pada produk-produk bambu tersebut. Wisatawan domestik cenderung memilih cup lampu dan piring yang terbuat dari bambu.

"Wisatawan banyak yang meminati cup lampu dan piring yang terbuat dari bambu. Proses penyelesaian kerajinan bambu bisa diselesaikan dalam sehari tergantung dari jenis kerajinan yang dibuat oleh pengrajin dan ketersediaan bambu. Bambu yang digunakan biasanya dibeli dari kabupaten Lombok Utara," ujarnya, Selasa (3/10/2023).

Selain tirai, pagar, bilik, piring, dan dudukan lampu, kerajinan bambu di Gunung Sari mencakup kursi, pagar bambu, tembok Cina, gedek, sketsel, gazebo, lampu obor bambu, keranjang, dan produk lainnya. Kisaran harga produk ini berkisar antara 40 ribu hingga 500 ribu rupiah.

Tidak hanya kerajinan bambu, Isro Sriwati juga mencatat bahwa tas rotan, bakul, sampai ayunan bayi juga banyak dibeli oleh para wisatawan yang mengunjungi wilayah ini.

"Tas rotan dan bakul, sampai ayunan bayi juga banyak dibeli oleh para wisatawan," Imbuhnya.

Menariknya, usaha pedagang kerajinan bambu di Gunung Sari tampaknya tidak terlalu terdampak oleh gempa, malah sebaliknya, gempa membuat penjualan semakin meningkat. Banyak relawan yang hendak pulang ke tempat tinggal mereka membawa oleh-oleh berupa kerajinan bambu.

Bisnis berjualan kerajinan bambu menjadi mata pencaharian utama bagi sebagian besar penduduk Gunung Sari. Hal ini memungkinkan mereka untuk menyekolahkan anak-anak hingga ke perguruan tinggi. Isro Sriwati, yang telah berjualan kerajinan bambu sejak tahun 1988, mengatakan bahwa dia berhasil menyekolahkan anak-anak dari SD hingga perguruan tinggi berkat usahanya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....