Pemerhati Sebut Literasi Digitalisasi Pelaku UMKM Belum Merata
- 18 Jul 2023 03:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pemerhati ekonomi Tauhid Ahmad mengatakan, tingkat literasi pelaku UMKM terkait teknologi dan digitalisasi usaha belum merata. Selain itu, tingkat kompetisi yang sangat tinggi menjadi tantangan pelaku UMKM dalam memasuki era digitalisasi.
"Tingkat kompetisinya tinggi sekali, ya, mulai dari tampilan, kualitas, rasa, layanan logistik, layanan compliance-nya. Termasuk di dalamnya barang yang diperdagangkan," kata Taufik dalam perbincangan dengan Pro 3 RRI, Senin (17/7/2023).
Menurut dia, masalah infrastruktur juga harus menjadi perhatian sebagai bentuk dukungan pemerintah bagi pelaku UMKM. Jaringan internet harus menjadi perhatian, terutama di daerah-daerah yang sinyalnya kurang baik, atau di daerah terluar dan terpinggirkan.
Sehingga, kata Taufik, barang-barang yang dipasarkan cukup jauh bisa dipasarkan di daerah lainnya di Indonesia. Selain itu, ia menekankan pentingnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
"Kadang-kadang UMKM itu banyak pesanan dan permintaan, tetapi butuh modal yang besar. Mereka butuh support fasilitas pembiayaan yang cukup murah," kata Taufik, yang juga Direktur Eksekutif INDEF ini.
Ia mengapresiasi upaya Pemerintah lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang cukup rendah untuk pembiayaan UMKM. Tetapi, Taufik berharap tingkat suku bunga KUR dapat direndahkan lagi. "Ini agar UMKM dapat bersaing dengan usaha lainnya," ucapnya.
Ia juga menyoroti soal regulasi terkait akses pembiayaan, di mana akses pembiayaan bagi UMKM baru sekitar 20 persen. Padahal, kata dia, Bank Indonesia menargetkan pembiayaan hingga 30 persen sampai 2024.
"Regulasi ini didukung oleh bank-bank lain seperti bank yang tergabung dalam Himbara sehingga akses pembiayaan menjadi lebih besar. Kemudian regulasi menjadi lebih masif, saya kira itu yang lebih penting," kata Taufik.
Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mencatat, hingga saat ini tercatat baru 22 juta UMKM yang masuk ke ekosistem pasar digital. Capaian tersebut masih jauh di bawah target pemerintah sebanyak 30 juta pelaku UMKM.
Teten mengatakan, pemerintah pusat akan terus aktif mendorong berbagai upaya agar UMKM terhubung secara digital. "Pemerintah ingin pasar tradisional tak hanya bertahan pada era teknologi, tetapi juga melakukan transformasi. Bagaimana solusinya agar digitalisasi diadaptasi pedagang untuk bisa berjualan online," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....