KemenUMKM Rangkul 20 Lembaga, Bantu Akses Sertifikasi dan Modal
- 01 Sep 2026 06:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Prokesra mengonsolidasikan program pemberdayaan UMKM di hampir 20 kementerian/lembaga.
- Prokesra mengintegrasikan pelatihan, pendampingan, legalitas, dan sertifikasi UMKM.
- Kementerian UMKM menyiapkan program utama, termasuk SAPA UMKM, Prokesra Produktif, dan keterlibatan UMKM dalam rantai pasok MBG.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyebut Prokesra telah mengonsolidasikan hampir 20 kementerian/lembaga. Konsolidasi tersebut dilakukan untuk menyinergikan dan mengintegrasikan program pemberdayaan UMKM yang tersebar di berbagai kementerian dan pemerintah daerah.
Maman menyampaikan hal itu saat memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian UMKM 2027 dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI. Ia menjelaskan program pemberdayaan UMKM tersebar di kementerian, provinsi, serta kabupaten/kota.
“Artinya yang menjadi salah satu tantangan kita adalah bagaimana kita bisa mensinergikan, mengonsolidasikan, dan mengintegrasikan. Program-program yang tersebar di seluruh kementerian dan provinsi serta kabupaten/kota itu bisa terintegrasi secara baik,” ujar Maman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Melalui Prokesra, Kementerian UMKM telah mengonsolidasikan hampir 20 kementerian/lembaga. Konsolidasi tersebut dilakukan sekitar dua minggu sebelum Maman menyampaikan paparan tersebut.
“Nah, kami laporkan pada kesempatan hari ini melalui program Prokesra, kami sudah kurang lebih sekitar 2 minggu yang lalu. Kami sudah mengonsolidasikan kurang lebih hampir sekitar 20 kementerian/lembaga terkait sinergisitas dan integrasi program ini,” kata Maman.
Selain integrasi program, Prokesra juga digunakan untuk mengintegrasikan pelatihan dan pendampingan UMKM. Maman menyebut layanan tersebut sebelumnya belum terpadu.
“Lalu yang kedua terkait pelatihan dan pendampingan yang memang belum terpadu dan melalui program Prokesra sudah kita integrasikan. Dan yang ketiga adalah legalitas dan sertifikasi yang kita harus akui masih belum mudah diakses,” ucap Maman.
Tantangan pemberdayaan UMKM juga mencakup pemasaran dan akses digital. Maman turut menyebut akses pembiayaan sebagai tantangan yang perlu diperhatikan.
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Kementerian UMKM mengerucutkan sejumlah program utama. Program tersebut mencakup SAPA UMKM, Prokesra Produktif, Bursa Wirausaha Unggulan, dan Transformasi Usaha.
“Nah, dari kelima tantangan-tantangan tersebut, kami mengerucutkan ada beberapa program utama. Yang pertama adalah melanjutkan dan segera terus menjalankan program sistem platform utama kita yaitu SAPA UMKM,” ujar Maman.
Transformasi Usaha mencakup formalisasi usaha serta pemenuhan sertifikasi dan standardisasi produk dan usaha. Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian program utama yang disiapkan Kementerian UMKM.
“Yang kedua adalah Prokesra Produktif. Yang ketiga adalah Bursa Wirausaha Unggulan,” kata Maman.
Program berikutnya mencakup keterlibatan UMKM dalam rantai pasok Makan Bergizi Gratis dan Holding UMKM atau UMKM Klaster. Maman juga menyebut Kemitraan dan Hilirisasi serta Perluasan Akses Pembiayaan sebagai bagian dari program utama tersebut.
“Yang kelima adalah keterlibatan UMKM di dalam rantai pasok dari program makan bergizi gratis. Yang keenam adalah Holding UMKM atau UMKM Klaster,” ucap Maman.
Maman mengatakan sinergi kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan diperlukan untuk membentuk ekosistem UMKM dan kewirausahaan yang kuat serta berdaya saing. Upaya tersebut diharapkan meningkatkan PDB dan membuka lapangan pekerjaan berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....