Perjalanan Bisnis Berbeda Custom, Melukis di Barang Fashion hingga Interior

  • 29 Agt 2026 21:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Berbeda Custom adalah penyedia jasa lukis yang dapat dikustomisasi pada berbagai fashion item berdasarkan keinginan pelanggan dengan media utama jaket dan sepatu.
  • Usaha ini berawal dari hobi melukis pemiliknya semasa kuliah dan berkembang menjadi bisnis yang menguntungkan.
  • Berbeda Custom menjadikan barang sehari-hari sebagai media kreatif untuk menuangkan cerita dan karakter unik pemiliknya dengan opsi layanan yang terus berkembang.

RRI.CO.ID, Jakarta - Berawal dari hobi semasa kuliah, Berbeda Custom kini mengembangkan jasa lukis pada berbagai fashion item. Usaha tersebut menjadikan barang sehari-hari sebagai media untuk menuangkan cerita dan karakter pemiliknya.

Berbeda Custom merupakan penyedia jasa lukis yang bisa dikustomisasi pada berbagai fashion item berdasarkan keinginan pelanggan. Media utamanya adalah jaket hingga sepatu, meski kini opsinya semakin luas.

"Jadi kami adalah penyedia jasa custom lukis di berbagai fashion item, seperti jaket, dompet, tas, ataupun sepatu. Namun, kami saat ini juga bereksplorasi untuk masuk ke ranah custom canvas lukis ataupun interior," ucap Brand Director Berbeda Custom, Louis Figo Octaviano Pratama, saat berbincang bersama Pro3 RRI, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Figo menyebut nama "Berbeda" dipilih untuk menegaskan keinginan menghadirkan karya yang berbeda dari lainnya. Konsep tersebut diwujudkan melalui layanan custom lukis agar setiap produk memiliki tampilan khas sesuai karakter pemiliknya.

Perjalanan bisnis ini bermula dari kebiasaannya melakukan custom secara mandiri sejak masih kuliah. Mendapat respon yang positif, Figo mulai mengikuti berbagai program inkubator bisnis, sebelum akhirnya membentuk Berbeda Custom.

"Berawalnya memang dari hobi, dari zaman kuliah, saya mencoba untuk custom-custom sendiri, akhirnya banyak yang suka. 2023 lalu sempat ikut inkubator-inkubator bisnis dan akhirnya memutuskan untuk serius di bidang ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, proses produksi dimulai dari ide pelanggan sendiri yang kemudian diterjemahkan menjadi desain digital. Setelah rancangan disetujui, timnya akan melakukan proses pelukisan langsung pada media sesuai permintaan pelanggan tersebut.

Tantangan terbesar muncul pada saat proses visualisasi digital, bagaimana menciptakan visual yang menarik dan tetap menyatu dengan produknya. Proses tersebut membutuhkan keseimbangan agar desain tidak sekadar terlihat seperti gambar yang ditempel pada permukaan barang.

"Tricky-nya waktu menerjemahkan apa yang customer mau, terus menjadi sebuah bentuk visual. Bagaimana visualnya masuk, oke dilihat, dan kesannya nggak maksa sekedar ditempel di sepatu atau di jaketnya," katanya.

Pengerjaan pesanan umumnya membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 14 hari sejak tahap desain sampai penyerahan produk. Revisi biasanya dilakukan pada tahap desain digital sebelum pelukisan, sehingga tidak akan mengganggu prosesnya. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....