Kenduri Pendekar di Pulau Paku: Menggali Sejarah, Merajut Tradisi Silat
- 20 Agt 2024 10:21 WIB
- Tanjungpinang
KBRN Tanjungpinang: Pada tanggal 24 Agustus 2024, Pulau Paku di Tanjungpinang akan menjadi saksi bisu perhelatan besar bernama "Kenduri Pendekar". Acara ini menjadi momen penting di mana para pendekar dari berbagai penjuru negeri berkumpul untuk merayakan warisan budaya dan seni bela diri yang telah melekat dalam sejarah Melayu.
Dato' Yoan S. Nugraha, Kepala Bidang Organisasi DPW Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI), menjelaskan bahwa Pulau Paku memiliki kekayaan sejarah yang begitu dalam. "Pulau ini menyimpan banyak cerita, baik yang hidup dalam folklor masyarakat maupun yang tercatat dalam manuskrip-manuskrip Melayu," kata Yoan, Senin (19/8/2024).
Salah satu kepercayaan yang masih bertahan di kalangan masyarakat adalah ritual melemparkan emas meski hanya seketul sebelum melakukan perjalanan jauh dari Pulau Bintan.
Menurut Yoan, Kenduri Pendekar ini bukan sekadar ajang berkumpul para pendekar, tetapi juga kesempatan untuk mengangkat kembali cerita dan sejarah yang selama ini terpendam. Sangat disayangkan jika kekayaan budaya ini tidak dipelihara dan dilestarikan.
"Kami berharap perhelatan ini mampu menarik perhatian masyarakat dan generasi muda untuk lebih mengenal dan menghargai warisan budaya yang ada," harap Yoan.
Pulau Paku, dengan segala misteri dan sejarahnya, akan menjadi panggung megah bagi para pendekar dalam mempersembahkan keahlian mereka, sekaligus menjadi simbol kekayaan budaya yang perlu dilestarikan.
Dengan adanya Kenduri Pendekar ini, semoga Pulau Paku dapat kembali bersinar sebagai salah satu situs bersejarah yang penting di Indonesia, dan menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga dan menghargai warisan nenek moyang mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....