Tradisi turun mandi prosesi adat Gayo pemberian nama pada anak
- 27 Nov 2022 11:28 WIB
- Takengon
KBRN, Redelong: Tradisi turun mandi adalah tradisi masyarakat Gayo dalam pemberian nama dan aqiqah pada anak.
Di dataran tinggi Gayo kebiasaan itu masih terus dilaksanakan masyarakat.
Namun demikian masyarakat perlu diingatkan kembali tentang hakikat dari turun mandi atau dalam masyarakat suku Gayo disebut turun mani.
Budayawan Gayo Turham menyampaikan tujuan dari turun mani adalah penambalan nama dan aqiqah anak. Maka, makna ini diharapkan tidak tergeser seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi.
"Ini saya melihat sudah ada yang terlalu mewah dibuat, sudah pakai keyboard, acara turun mandi dibuat seperti pesta besar, dijadikan ajang bisnis, nah artinya sudah ada yang mulai terkikis," katanya.
Ditambahkan Turham, turun mandi selain penambalan nama dan aqiqah juga tujuannya adalah memberitahukan kepada khalayak umum, khususnya di desa bahwa ada anggota keluarga baru dalam satu desa itu.
Maka tradisi turun mani dilaksanakan untuk menyerahkan secara simbolis anak ke Reje atau Kepala Desa, sehingga si anak mendapatkan kewajiban dan hak di masyarakat.
Agar makna yang terkandung tidak dimakan perkembangan zaman, Turham mengajak masyarakat mengingat tujuan awal dari turun mani tersebut.
Pemangku adat juga diminta mengkaji ulang mana yang tidak benar dan menangkal manakala mengikis kemurnian dari tradisi tersebut. "Harus menangkal manakala mengikis tradisi itu," demikian Turham.
Sn
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....