Sejumlah Petani Tomat Bener Meriah Buang Hasil Panen
- 14 Agt 2024 05:52 WIB
- Takengon
KBRN, Redelong: Akibat anjloknya harga tomat dalam sepekan terakhir hingga mencapai Rp. 2.500 per kilonya, sejumlah petani tomat di di kecamatan Permata dan kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah terpaksa membuang hasil panen mereka ke pinggir jalan dan semak-semak.
Menurut salah seorang petani yang di temui RRI mengatakan, aksi buang tomat tersebut sebagai bentuk kekesalan mereka karena harganya yang sangat murah, padahal modal untuk menanam tomat sangat besar, belum lagi harga pupuk yang terus naik.
Mereka hanya dapat berharap pemerintah, khususnya pemerintah kabupaten Bener Meriah dapat memperhatikan nasib mereka.
Anjloknya harga tomat memang kerap terjadi dari tahun ke tahun, apalagi di saat memasuki masa panen raya sehingga petani terpaksa membuang hasil panennya. Menurut para petani, hal tersebut selalu luput dari perhatian pemerintah.
Karena itu mereka berharap pemerintah dapat hadir dan memperhatikan nasib para petani di daerah ini. Salah satunya adalah dengan membangun gudang pendingin atau cold storage penyimpanan hortikultura.
Apabila ada cold storage, maka hasil panen dapat disimpan dan baru dikeluarkan saat ada permintaan pasar. Gudang penyimpanan seperti jamak digunakan dalam usaha pertanian dan perikanan.
Bener Meriah dan Aceh Tengah merupakan sentra produksi komoditas hortikultura. Menurut catatan Badan Pusat Statistik Aceh, pada tahun 2019, dua kabupaten bertetangga itu memproduksi 400 ton tomat, lebih dari separuh dari produksi tomat Aceh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....