Petani Tembakau Manisrenggo Klaten Terpuruk

  • 30 Sep 2023 22:29 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Klaten: Para petani di lereng merapi Kabupaten Klaten yakni Kecamatan Manisrenggo dan Prambanan Sabtu (30/9/2023) menggelar pertemuan mensikapi nasib para petani tembakau sekarang ini.

Puluhan para petani tersebut pada awalnya akan menggelar unjuk rasa namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya disepakati untuk berdiskusi bersama.

Salah seorang petani tembakau Tijayan Manisrenggo Suradi kepada wartawan membenarkan kondisi atau nasib para petani tembakau khususnya tembakau rajang mengalami keterpurukan bahkan mati suri.

Kondisi itu terjadi selain tidak adanya kebijakan dari pemerintah yang berpihak kepada para petani tembakau juga tidak ada pabrikan yang membeli tembakau Klaten.

“Salah satunya saat ini konco-konco tembakau terutama perajang atau tembakau yang lainnya sangat memprihatinkan terkait dengan kebijakan dengan pabrikan atau pemerintahan kita ga tahu karena kita orang kecil. Yang sangat kit sayangkan sekali tembakau bagi kami kawasan lereng merapi Kemalang, Manisrenggo ,Prambanan dan jogonalan merupakan sumber utama bagi para petani," ungkapnya.

Namun kondisi sekarang ini sudah berubah karena tidak banyak para petani yang menanam tembakau dan prosentasenya sangat kecil. Oleh karenanya ia berharap agar pemerintah dapat mengambil kebijakan untuk membantu nasib para petani tersebut. Jika tidak ada kebijakan yang lebih baik terhadap para pateni tembakau, mereka mengancam petani tembakau akan turun kejalan.

Kepala UPT Pertanian Kecamatan Manisrenggo Sabiti kepada RRI mengatakan, sejak lima ahun terakhir luasan tanaman tembakau mengalami penurunan cukup signifikan. Lima tahun lalu luasan tanaman tembakau di wilayah manisrenggo berkisar lebih dari 300 hektar namun tahun 2023 hanya berkisar seratus hektar saja.

“Lima tahun lalu berkisar 300 hektar.Dari tahun-ketahun seringnya rugi. Tidak dibeli dengan harga yang memadai, akhirnya berkurang,” katanya.

Ia mengatakan karena sering mengalami kerugian sehingga peminat para petani untuk menanam tembakau menjadi berkurang. Adam sutanto


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....