Nguri-uri Wayang Kulit, SMPN 1 Surakarta Gelar Pameran

  • 23 Jan 2025 10:47 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Dalam upaya melestarikan budaya bangsa, SMP Negeri 1 Surakarta menggelar pameran wayang kulit bertema Nguri-uri Seni Wayang Kulit Nusantara di sekolah setempat, Kamis (23/1/2025).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) kelas 7 dan 8 ini, berhasil menarik perhatian dengan menampilkan wayang kulit dari berbagai daerah di Indonesia, seperti wayang Jawa dan Bali.

Kepala Sekolah SMPN 1 Surakarta, Sri Wuryanti, mengungkapkan program ini berangkat dari keprihatinan terhadap minimnya pengenalan budaya lokal di kalangan generasi muda.

“Anak-anak sekarang hampir tidak mengenal budaya asli Solo. Melalui project ini, kami ingin mengenalkan wayang kulit, tidak hanya dari Solo atau Surakarta, tapi juga dari Nusantara. Bahkan, siswa sempat mempelajari wayang Bali saat kunjungan ke Bali,” ucapnya saat ditemui rri.co.id di ruang kerjanya.

Tak hanya mengenalkan budaya, siswa juga diajak aktif menciptakan karya. Mereka membuat wayang, mewarnai, memahami karakter, hingga menyusun cerita untuk ditampilkan dalam bentuk sinema wayang.

“Selain memamerkan wayang kulit, hasil akhirnya berupa produk digital berbasis sinema wayang. Ini memberikan pengalaman kreatif yang menyeluruh bagi siswa,” kata Wuryanti.

Melalui kegiatan ini Wuryanti berharap, dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.

“Dampaknya mungkin baru terasa 10 hingga 30 tahun ke depan, tapi saya yakin ada siswa yang terinspirasi dan akan melanjutkan pelestarian budaya ini,” ujarnya.

Sementara itu, Rio Ridwan Wibawa, salah satu siswa kelas 8, menampilkan wayang Bali di standnya. Pihaknya menjelaskan karya tersebut terinspirasi dari perjalanan sekolah ke Bali.

“Di stand kami, ada kayon yang menggambarkan naga, cempe khas Bali, dan Buto. Semua siswa kelas 7 dan 8 mewarnai wayangnya, yang bahannya diberikan oleh sanggar wayang Gogon,” ujar Rio.

Rio juga menyampaikan karya mereka menggambarkan perjalanan sejarah wayang dari zaman Hindu-Buddha hingga kini diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.

“Kami ingin menunjukkan wayang Bali dan Jawa memiliki akar yang sama sebagai hasil akulturasi budaya di Nusantara,” katanya menjelaskan.

Kegiatan pameran wayang kulit bertema Nguri-uri Seni Wayang Kulit Nusantara ini menampilkan 643 karya wayang dan video sinematik wayang. Bahkan pameran ini mendapat dukungan penuh dari orang tua, seniman, hingga para akademisi dari ISI Surakarta. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....