Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, Masih Sebatas Angan
- 14 Agt 2024 11:30 WIB
- Sorong
KBRN, Sorong : Pembangunan Kawasan ekonomi khusus (KEK) di tanah Papua, seperti baru sebatas mimpi. Permasalahan dihadapi pemerintah daerah untuk menjadikan kota Sorong sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di tanah Papua cukup kompleks. Indikasi itu terlihat dari penyerapan anggaran yang disiapkan pemerintah sebesar lima (5) triliun rupiah pada tahun 2024 ini, namun sampai akhir semester pertama penyerapan dana baru kurang lebih 700 juta rupiah.
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Papua Barat Daya Eksan Musa’ad pada acara ngobrol bareng ekonomi daerah bersama stakeholder yang mengambil tema “Strategi Pembangunan Ekosistem Sinergi dalam Membangun Papua Barat Daya” yang diselenggarakan bank Indonesia pada Selasa 13 Agustus 2024 menyebutkan, kendala besar yang masih membentang dalam mempersiapkan Papua Barat Daya sebagai Kawasan ekonomi khusus terutama pembebasan lahan. Kepastian hukum status kepemilikan tanah adat dalam suatu Kawasan masih menjadi pertimbangan pemerintah daerah agar dikemudian hari tidak menimbulkan masalah hukum. Pertimbangan lain penempatan lokasi pelabuhan container di kabupaten Sorong kurang tepat untuk kapal berukuran besar karena dapat merusak terumbu karang maupun ekosistim laut.
“Dilihat dari sisi geopolitik wilayah Papua Barat Daya sangat strategi menjadi pusat perekonomian baru di kawasan Timur Indonesia karena berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga dan dekat dengan sejumlah negara Asia dan Austarlia” katanya.
Kepala Perwakilan bank Indonesia provinsi Papua Barat Setian mengakui, pertumbuhan ekonomi khusnya di Sorong Raya cukup siknifikan. Provinsi Papua Barat Daya, sangat di untungkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Timur karena sebagai pintu masuk Papua. Selain keindahan alam, potensi ekonomi lain cukup besar dijadikan magnet untuk menarik pelaku bisnis menanamkan modal di kota Sorong. Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi sampai triwulan dua 2024, ekonomi di dua provinsi termuda di Indonesia itu naik 21,11 persen tertinggi secara nasional.
“Luar biasa Papua Barat Daya ini pertumbuhan ekonomi melejit diatas nasional 21,11 persen. Faktor pendorongnya terutama lapangan usaha pertambangan dan perdagangan” tutur Setian.
Kehadiran KEK di Sorong di prediksi kepala BI Papua Barat perekonomian di Sorong akan lebih jauh meningkat. Asalkan kata Setian, seluruh elemen masyarakat di daerah ini mendukung dan tetap mempertahankan stabilitas keamanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....