Sejarah dan Makna Dibalik Lomba Makan Kerupuk 17 Agustus

  • 17 Agt 2024 12:27 WIB
  •  Sintang

KBRN, Sintang: Lomba makan kerupuk yang kita kenal saat ini ternyata memiliki sejarah yang panjang dan penuh makna. Dilansir dari laman Kemdikbud Ristek, lomba ini mulai muncul pada tahun 1950-an sebagai bagian dari perayaan 17 Agustus. Tujuannya adalah untuk menghibur rakyat Indonesia yang saat itu masih dalam kondisi lelah akibat perang dan harus berjaga-jaga mempertahankan kemerdekaan dari berbagai ancaman, baik dari penjajahan maupun pemberontakan .

Lomba makan kerupuk bukan sekadar hiburan semata, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih mendalam. Tujuan baik dari lomba ini adalah untuk mengingatkan masyarakat Indonesia akan kondisi memprihatinkan yang dialami pada masa penjajahan. Pada masa itu, rakyat Indonesia hidup dalam kesengsaraan, dan kerupuk sering kali menjadi satu-satunya lauk yang dapat mereka konsumsi, terutama bagi kalangan menengah ke bawah .

Kerupuk sendiri sudah dikenal di Indonesia sejak lama, bahkan sebelum abad ke-10 Masehi. Dilansir dari berbagai sumber, nama kerupuk tercantum dalam naskah Jawa Kuno. Bahan baku yang murah dan mudah didapat membuat kerupuk menjadi makanan pelengkap yang andal pada masa itu. Kerupuk bukan hanya makanan ringan, tetapi simbol dari perjuangan dan kesederhanaan .

Pada masa penjajahan, terutama sekitar tahun 1930-an hingga 1940-an, kerupuk menjadi lauk utama bagi masyarakat yang hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit. Penjajahan telah membuat rakyat jatuh miskin dan sulit mendapatkan makanan yang layak. Kerupuk menjadi lauk istimewa yang dapat dikonsumsi bersama nasi dari gaplek, tiwul, nasi jagung, atau bulgur .

Melalui lomba makan kerupuk, masyarakat diajak untuk mengenang masa-masa sulit tersebut. Lomba ini bukan hanya tentang kecepatan menghabiskan kerupuk, tetapi juga sebagai refleksi atas ketangguhan rakyat Indonesia yang mampu bertahan hidup meski dalam kondisi terjepit. Tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan kemerdekaan dan simbol dari semangat perjuangan bangsa .

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....