Gotong Royong Internasional Memuliakan Air di Desa Pedawa
- 28 Mar 2024 17:48 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Program Studi Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) berkolaborasi dengan Iwate University, Asia Environmental Alliance, The Greenery Fund, Pemerintah Desa Pedawa, Desa Adat Pedawa, dan Kayoman Pedawa, melakukan penanaman pohon di Kayuan Sukajati, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, Rabu (27/3/2024) kemarin.
Penanaman pohon tersebut adalah salah satu langkah yang dilakukan untuk memuliakan sumber-sumber mata air di Desa Pedawa. Ini bukan kali pertama kolaborasi tersebut dilaksanakan. Sebelumnya kolaborasi serupa dilakukan di Kayuan Gelunggang tahun 2022 silam.
Koordinator Aksi dari Prodi Bahasa Jepang Undiksha, Wayan Sadnyana, mengatakan secara rutin mereka juga melakukan pemeliharaan untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik. Pemeliharaan tersebut dilakukan oleh Kayoman Pedawa dengan membuat koordinator lapangan di setiap dusun yang bertanggungjawab untuk mengkoordinir upaya pemeliharaan tanaman.
“Ada sekitar 500 pohon yang ditaman pada kegiatan kali ini. Sebagian besar adalah tanaman jenis pikus, bambu, dan aren. Jenis tanaman ini sangat bagus untuk menjaga air. Kami juga melakukan pendataan terdapat tanaman endemik yang terdapat di sekitar sumber mata air di Desa Pedawa,” katanya.
Sementara Ketua Kayoman Pedawa, Putu Yuli Supriyandana, mengatakan masyarakat Desa Pedawa sangat membantu dan secara aktif mendukung kegiatan Kayoman di sekitar Kayuan Sukajati. Ia juga merasa senang dengan kemitraan yang terjalin antara Undiksha dan Iwate University.
Menurutnya kolaborasi ini penting untuk masa depan Kayoman Pedawa. Yuli berharap kerja sama lintas negara ini bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang.
“Kami banyak dibantu oleh beberapa ahli air dari berbagai universitas baik yang ada di dalam negeri maupun luar negeri, khususnya universitas-universitas di Jepang. Sebagai catatan, Desa Pedawa pernah mendapatkan bantuan perbaikan prasarana dan sistem tata kelola air melalui Yes Project yang digagas oleh para ahli air Jepang berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Pedawa,” ungkapnya.
Kolaborasi internasional ini diharapkan mampu menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa dan masyarakat tentang pentingnya menjaga ketahanan sumber air mengingat kebutuhan air meningkat seiring dengan menipisnya sumber-sumber air yang ada.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....