Insiden Kembang Api Feyenoord Fatal, Suporter Cambuur Kehilangan Pendengaran
- 31 Agt 2026 11:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Salah satu suporter SC Cambuur mengalami kerusakan pendengaran permanen. Tepatnya, setelah menjadi korban insiden lemparan kembang api dalam pertandingan melawan Feyenoord pada Minggu, 23 Agustus 2026.
- Direktur Umum SC Cambuur, Jesse Bergsma mengatakan, telah bertemu dengan tujuh suporter yang menjadi korban dalam insiden di Stadion Kooi.
- Seorang pria berusia 41 tahun sekarang memiliki pendengaran seperti orang berusia 70 tahun dan dia sangat terpukul secara emosional
RRI.CO.ID, Jakarta - Salah satu suporter SC Cambuur mengalami kerusakan pendengaran permanen. Tepatnya, setelah menjadi korban insiden lemparan kembang api dalam pertandingan melawan Feyenoord pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Direktur Umum SC Cambuur, Jesse Bergsma mengatakan, telah bertemu dengan tujuh suporter yang menjadi korban dalam insiden di Stadion Kooi. Ketujuh korban tersebut, mengalami jenis cedera yang berbeda, mulai dari luka bakar hingga gangguan pada pendengaran dan mata.
Salah satu korban, bahkan mengalami kerusakan pendengaran permanen yang membuat kondisi fisiknya kini jauh berbeda dibanding sebelumnya. "Seorang pria berusia 41 tahun sekarang memiliki pendengaran seperti orang berusia 70 tahun dan dia sangat terpukul secara emosional," kata Bergsma dalam keterangannya seperti dilansir De Telegraaf, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa insiden kembang api yang terjadi di stadion bukan persoalan sepele. Cambuur sebelumnya, telah menggelar pertemuan dengan tujuh korban untuk mengetahui perkembangan kondisi mereka setelah insiden tersebut.
"Pada Sabtu kami mengadakan pertemuan dengan tujuh korban itu. Cedera mereka bervariasi dari beberapa luka ringan hingga gangguan pendengaran permanen, benar-benar sangat serius," ucap Bergsma.
Diketahui, insiden tersebut terjadi ketika suporter Feyenoord melemparkan kembang api ke arah area yang ditempati penonton tuan rumah. Akibat kejadian itu, tujuh suporter Cambuur dilaporkan mengalami luka bakar, gangguan pendengaran, serta cedera pada bagian mata.
Bergsma mengatakan, Cambuur kini mengevaluasi langkah pengamanan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di Stadion Kooi. Klub juga berencana, memperketat sejumlah aspek keamanan setelah mempelajari berbagai hal dari insiden saat menghadapi Feyenoord.
"Pertanyaannya adalah bagaimana Anda bisa mencegah insiden seperti itu pada masa mendatang. Tidak ada seorang pun yang bisa menjanjikan jaminan 100 persen, begitu juga kami," ujar Bergsma.
Menurutnya, klub akan berupaya meningkatkan pengamanan semaksimal mungkin dengan menjadikan insiden tersebut sebagai bahan evaluasi. "Kami akan memastikan keamanan dimaksimalkan. Kami telah belajar dari apa yang terjadi. Berdasarkan itu kami mengambil langkah-langkah tambahan," katanya.
Feyenoord sendiri mengambil jarak dari insiden tersebut dan memutuskan tidak membawa kelompok suporter tandang pada dua pertandingan berikutnya. Kebijakan itu akan diterapkan ketika Feyenoord bertandang menghadapi NEC pada 5 September dan PEC Zwolle pada 13 September.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....