Al Nassr Menang Dramatis 3-2 dari Al Ettifaq, Dua Keputusan Wasit Tuai Perdebatan
- 26 Agt 2026 11:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenangan dramatis Al Nassr atas Al Ettifaq dengan skor 3-2 pada pekan ketiga Liga Roshn Saudi, diwarnai sejumlah kontroversi perwasitan.
- Dua inisiden tersebut, yakni proses tendangan bebas yang berujung kartu merah Bento dan duel Cristiano Ronaldo di kotak penalti.
- Seandainya Al Huwaish menghentikan permainan mengeluarkan kartu kuning kepada Al Najdi, pemain Al Ettifaq tidak akan diizinkan melanjutkan permainan dengan cepat
RRI.CO.ID, Jakarta - Kemenangan dramatis Al Nassr atas Al Ettifaq dengan skor 3-2 pada pekan ketiga Liga Roshn Saudi, diwarnai sejumlah kontroversi perwasitan. Pakar Perwasitan Saudi, Mohamed Kamal Reesha menyoroti sedikitnya dua insiden yang menurutnya layak diperdebatkan.
Dua inisiden tersebut, yakni proses tendangan bebas yang berujung kartu merah Bento dan duel Cristiano Ronaldo di kotak penalti. Al Nassr harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-12, setelah kiper asal Brasil, Bento Matheus, diganjar kartu merah langsung.
Meski sempat tertinggal dua gol dari Al Ettifaq, Al Nassr mampu bangkit pada babak kedua dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 3-2. Menurut Reesha, keputusan wasit mengeluarkan kartu merah kepada Bento pada dasarnya sudah tepat.
Namun, ia menilai terdapat persoalan dalam proses eksekusi tendangan bebas yang mendahului insiden tersebut. Pelanggaran sebelumnya, diberikan kepada Salem Al Najdi dan kemudian langsung dieksekusi Ryan Mmaee ke arah Moussa Dembélé.
Dembélé yang berhasil melewati garis pertahanan Al Nassr, kemudian berhadapan langsung dengan Bento sebelum dijatuhkan di sekitar area penalti. “Seandainya Al Huwaish menghentikan permainan mengeluarkan kartu kuning kepada Al Najdi, pemain Al Ettifaq tidak akan diizinkan melanjutkan permainan dengan cepat,” ujar Reesha dalam keterangannya seperti dilansir surat kabar Al Riyadiyah, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurutnya, karena wasit Mohammed Al Huwaish tidak menghentikan permainan, Mmaee memiliki kesempatan melakukan eksekusi cepat yang langsung mengarah kepada Dembélé. Reesha menilai persoalan utamanya berada pada bola yang dimainkan sebelum berada dalam posisi diam.
“Kesalahannya terletak pada eksekusi pelanggaran yang dilakukan pemain Al Ettifaq saat bola dalam keadaan bergerak. Padahal seharusnya bola diam terlebih dahulu sebelum dilanjutkan,” ucapnya.
Meski demikian, ia menegaskan kesalahan prosedural tersebut tidak mengubah penilaiannya terhadap kartu merah Bento. Menurut Reesha, keputusan mengusir Bento tetap benar karena kiper Al Nassr telah menghalangi pemain lawan dari peluang mencetak gol yang jelas.
Reesha kemudian menyoroti insiden kedua yang terjadi pada menit ke-38 di kotak penalti Al Ettifaq. Kali ini, perhatian tertuju pada duel Cristiano Ronaldo dengan kiper Al Ettifaq, Turki Al Baljoush.
Tepatnya, ketika keduanya berusaha menyambut bola hasil umpan silang dari situasi sepak pojok. Menurut Reesha, bek Al Ettifaq sebenarnya berhasil menyentuh bola lebih dahulu dengan sundulan.
Namun, setelah gagal mengamankan bola, Al Baljoush kemudian bertabrakan dengan Ronaldo. Hingga akhirnya, membuat penyerang Portugal tersebut terjatuh di dalam kotak penalti.
“Bek Al Ettifaq berhasil menjangkau umpan silang dan menghalaunya dengan kepala. Sementara upaya kiper gagal lalu ia bertabrakan dengan Ronaldo dan menjatuhkannya,” ujarnya.
Ia menilai, ada kelalaian dari kiper Al Ettifaq dalam insiden tersebut. Karena, seharusnya VAR meminta wasit meninjau kejadian untuk mempertimbangkan penalti.
Dua insiden tersebut membuat kemenangan Al Nassr menjadi semakin dramatis, karena mereka harus melewati pertandingan dalam kondisi timpang sejak awal. Setelah tertinggal dua gol dan kehilangan Bento, Al Nassr justru mampu melakukan comeback pada babak kedua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....