Kritik Pedas Eks Bintang Dunia! Emmanuel Petit Sentil Pimpinan FIFA
- 26 Agt 2026 11:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Krisis tata kelola kembali menghantam FIFA, setelah sejumlah mantan bintang sepak bola dunia secara terbuka menyerukan perubahan.
- Petit bergabung dengan sejumlah mantan pemain internasional seperti Mikaël Silvestre, Olivier Dacourt, Lucy Bronze, David James dan figur lainnya dalam sebuah surat terbuka.
- Silvestre yang menghubungi saya beberapa hari lalu lewat pesan untuk bertanya apakah saya setuju mencantumkan nama saya. Dalam daftar mantan pemain yang mengikuti apa yang sekali lagi terjadi selama Piala Dunia di Amerika Serikat
RRI.CO.ID, Jakarta - Krisis tata kelola kembali menghantam FIFA, setelah sejumlah mantan bintang sepak bola dunia secara terbuka menyerukan perubahan. Salah satunya dilontarkan oleh legenda Prancis, Emmanuel Petit yang menjuarai Piala Dunia 1998.
Petit menjadi salah satu nama yang ikut menyuarakan kritik terhadap kepemimpinan FIFA di bawah Presiden Gianni Infantino. Petit bergabung dengan sejumlah mantan pemain internasional seperti Mikaël Silvestre, Olivier Dacourt, Lucy Bronze, David James dan figur lainnya dalam sebuah surat terbuka.
Mereka menilai pengelolaan sepak bola dunia saat ini semakin jauh dari nilai-nilai dasar olahraga serta terlalu sedikit memberikan ruang bagi pemain dan suporter dalam pengambilan keputusan.
Surat tersebut, dipublikasikan pada 24 Agustus 2026 dan menjadi sorotan ketika FIFA tengah menghadapi tekanan terkait tata kelola organisasinya. Dalam pernyataan bersama itu, para mantan pemain menyerukan perubahan dan menilai penggunaan kekuasaan di level tertinggi FIFA perlu.
Petit menjelaskan keterlibatannya dalam gerakan tersebut ketika tampil di program Rothen s’enflamme yang disiarkan RMC. Menurut Petit, Mikaël Silvestre terlebih dahulu menghubunginya dan meminta kesediaannya untuk ikut mencantumkan nama untuk memberikan tekanan kepemimpinan FIFA.
“Silvestre yang menghubungi saya beberapa hari lalu lewat pesan untuk bertanya apakah saya setuju mencantumkan nama saya. Dalam daftar mantan pemain yang mengikuti apa yang sekali lagi terjadi selama Piala Dunia di Amerika Serikat, terutama episode Infantino-Trump,” kata Petit dalam keterangannya seperti dilansir laman The Guardian, Rabu, 26 Agustus 2026.
Mantan gelandang Arsenal dan Chelsea itu menyatakan, dirinya melihat adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan perubahan di tubuh FIFA. Namun, Petit juga tidak menutupi, keraguannya mengenai efektivitas sebuah surat terbuka dalam mengubah struktur kekuasaan yang sudah berlangsung lama.
“Itu upaya yang sia-sia. Itu hanya untuk membangunkan,” ucap Petit ketika menggambarkan kemungkinan dampak surat tersebut.
Meski terdengar pesimistis, pernyataan tersebut tidak berarti Petit menganggap gerakan tersebut tidak memiliki arti. Ia menilai, surat terbuka itu setidaknya dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai persoalan tata kelola yang terjadi di tubuh FIFA.
Petit juga menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan ditujukan kepada seluruh pekerja FIFA. Menurut dia, persoalan berada pada sejumlah figur di tingkat atas yang memiliki kewenangan menentukan kebijakan dan arah organisasi.
“Teks yang kami terbitkan bukanlah seruan terhadap orang-orang yang bekerja di dalam FIFA. Ini menyangkut orang-orang tertentu, ada orang-orang baik di FIFA,” ujar Petit.
Bagi Petit, persoalan FIFA tidak akan selesai hanya dengan mengganti orang yang menduduki kursi presiden. Ia justru menilai, sistem kerja dan mekanisme pengambilan keputusan di dalam organisasi tersebut harus ikut dibenahi.
“Kami harus mengajukan hal-hal yang konkret. Pemilihan akan datang. Jika Anda menendang keluar Infantino atau menempatkan orang lain, cara kerjanya tidak akan pernah berubah,” kata Petit.
Menurutnya, perubahan kepemimpinan tanpa reformasi sistem hanya akan menghasilkan persoalan yang sama dengan wajah berbeda. Karena itu, ia mendorong, adanya pembenahan pada sejumlah mekanisme spesifik yang mengatur bagaimana FIFA mengambil keputusan dan menjalankan kekuasaannya.
Salah satu persoalan yang memicu ketegangan, adalah kontroversi rencana FIFA membuka sebagian kepentingan komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Rencana tersebut kemudian dibatalkan, tetapi kontroversinya telanjur memperbesar kritik terhadap kepemimpinan Infantino.
Tekanan terhadap Infantino juga datang dari sejumlah pihak lain di dunia sepak bola. Dalam beberapa hari terakhir, kritik mengenai transparansi, keterlibatan pemain dan suporter, serta arah komersialisasi sepak bola semakin mengemuka.
Petit menilai persoalan yang terjadi bukan hanya berkaitan dengan satu keputusan atau satu kontroversi. Menurut dia, sepak bola dunia membutuhkan sistem yang lebih demokratis agar kepentingan bersama tidak dikalahkan oleh kepentingan kelompok tertentu.
“Saya tidak memegang kebenaran, tetapi arahnya menuju demokrasi. Hari ini, kita sangat, sangat jauh dari itu,” kata Petit.
Ia bahkan menggunakan istilah keras untuk menggambarkan situasi yang menurutnya sedang terjadi. Petit menilai, kepentingan bersama dalam sepak bola berisiko dikuasai untuk tujuan pribadi apabila mekanisme pengawasan dan partisipasi tidak diperkuat.
“Saya melihat bahwa saat ini, kita berada dalam perampasan. Tepatnya, atas kepentingan bersama untuk tujuan pribadi,” ucap Petit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....