Luis Enrique Kritik Lini Belakang PSG Jelang Laga Kontra Lille di Ligue 1

  • 26 Agt 2026 09:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Luis Enrique mengkritik lini belakang PSG yang lemah setelah dua laga tanpa kemenangan, termasuk hasil imbang 2-2 melawan Rennes dan kekalahan 0-1 dari Lens.
  • Manajer PSG menekankan bahwa transisi permainan adalah kekuatan tim selama tiga musim dan pemain harus menjaga konsentrasi di setiap posisi.
  • Banyak pemain PSG yang terlibat di Piala Dunia 2026 membuat waktu latihan pramusim terbatas, sehingga persiapan tim kurang maksimal menjelang musim baru.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique mengkritik konsentrasi lini pertahanan timnya. Pertahanan skuad Les Parisiens dinilai sangat rentan mengantisipasi skema serangan balik cepat lawan.

PSG gagal mengamankan kemenangan pada dua laga awal kompetisi Liga Prancis (Ligue 1) musim 2026/2027. Klub ibu kota, PSG ditahan imbang 2-2 melawan Rennes pada laga pembuka kompetisi domestik.

Penyerang Ferran Torres mencetak dua gol untuk menghindarkan PSG dari kekalahan di markas lawan. Enrique melihat pola transisi masih menjadi PR.

"Transisi adalah kekuatan kami selama tiga musim, dan kami harus menjaga konsentrasi di setiap posisi ini. Jika tak konsentrasi, situasi bisa menjadi masalah," kata Enrique dikutip dari laman Associated Press , Rabu, 26 Agustus 2026.

Juara bertahan Ligue 1 tersebut kemudian menelan kekalahan 0-1 dari Lens pada ajang Super Cup. Terbatasnya durasi latihan pramusim dipicu oleh keterlibatan banyak pilar utama di ajang Piala Dunia 2026.

"Serangan balik bukan satu-satunya masalah. Kualitas dan kecepatan pemain depan Rennes juga berbahaya serta sulit diantisipasi," ujar Enrique.

Penyerang Ousmane Dembele terpaksa ditarik keluar lapangan pada babak kedua akibat mengalami kelelahan fisik. Laga tandang terpaksa dilakoni akibat kondisi rumput markas utama di kota Paris mengalami kerusakan.

PSG dijadwalkan kembali menjalani pertandingan tandang menghadapi tantangan Lille pada Jumat, 28 Agustus 2026. Evaluasi menyeluruh diharapkan mampu mengembalikan performa terbaik sang juara bertahan di kompetisi domestik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....