Ruben Amorim Menang di Debut AC Milan, tapi Nilai Timnya Kehabisan Tenaga
- 24 Agt 2026 16:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ruben Amorim mengawali kiprahnya sebagai pelatih AC Milan dengan hasil positif. Tepatnya, setelah membawa Rossoneri menaklukkan Torino 2-1 pada laga pembuka Serie A, Minggu malam.
- Kemenangan di Stadio Olimpico Grande Torino tersebut, menjadi modal penting bagi Milan untuk memulai musim dengan tiga poin. Milan harus menunggu hingga babak kedua untuk membuka keunggulan.
- Bukan hanya golnya, tetapi juga kualitas yang diperlihatkan Cisse sepanjang pertandingan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ruben Amorim mengawali kiprahnya sebagai pelatih AC Milan dengan hasil positif. Ia membawa Rossoneri menaklukkan Torino 2-1 pada laga pembuka Serie A, Minggu, 23 Agustus 2026, malam.
Kemenangan di Stadio Olimpico Grande Torino tersebut, menjadi modal penting bagi Milan untuk memulai musim dengan tiga poin. Milan harus menunggu hingga babak kedua untuk membuka keunggulan.
Alphadjo Cisse mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-65 melalui penyelesaian melengkung yang membawa tim tamu unggul. Hanya berselang dua menit, Milan kembali mencetak gol.
Adrien Rabiot yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil menggandakan keunggulan sekaligus membuat Torino berada dalam tekanan. Tuan rumah tidak menyerah dan mampu memperkecil ketertinggalan pada masa injury time.
Che Adams mencetak gol melalui aksi salto spektakuler, tetapi Torino tidak memiliki cukup waktu untuk mengejar Milan. Hasil tersebut membuat Amorim mengawali perjalanan bersama Milan dengan kemenangan.
Namun, pelatih asal Portugal itu menyadari, masih ada sejumlah pekerjaan terkait kebugaran dan konsistensi permainan selama 90 menit. Salah satu pemain yang mendapatkan perhatian khusus dari Amorim adalah Cisse.
Remaja tersebut bukan hanya mencetak gol, tetapi juga dinilai mampu menunjukkan kualitas permainan yang membuatnya layak mendapat kepercayaan di tim utama. “Bukan hanya golnya, tetapi juga kualitas yang diperlihatkan Cisse sepanjang pertandingan,” kata Amorim usai pertandingan seperti dilansir DAZN Italia, Senin, 24 Agustus 2026.
Meski puas dengan penampilan tim pada sebagian besar pertandingan, Amorim mengakui, Milan mengalami penurunan performa secara fisik menjelang laga berakhir. Kondisi tersebut membuat Torino lebih leluasa memberikan tekanan pada fase akhir pertandingan.
“Saya pikir kami melihat satu tim selama 75 menit pertama. Lalu tim yang lain di akhirnya, kami kesulitan secara fisik,” ucap Amorim.
Menurut Amorim, Milan masih membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi fisik ideal. Persiapan pramusim yang belum sepenuhnya merata membuat beberapa pemain masih membutuhkan tambahan menit bermain.
“Untuk menekan dengan cara yang kami inginkan selama 90 menit. Kami seharusnya membutuhkan lebih banyak pertandingan di pramusim,” ujar Amorim.
Pelatih Milan tersebut, menilai kondisi fisik pemain akan terus berkembang seiring bertambahnya pertandingan. Ia berjanji, meningkatkan intensitas latihan untuk membuat tim mampu menerapkan pressing sesuai dengan gaya permainan yang diinginkannya.
| Baca juga: Djed Spence Resmi Gabung Inter Milan |
“Kami sedang meningkatkan beberapa pemain, kami memiliki banyak pemain yang sedang menjalani pramusim sekarang. Tetapi kami akan bekerja lebih keras selama sepekan,” kata Amorim.
Selain persoalan fisik, Amorim juga memberikan perhatian terhadap karakter para pemainnya ketika pertandingan memasuki fase sulit. Menurutnya, Milan mampu menunjukkan kekompakan saat harus bertahan dalam tekanan Torino.
“Saya pikir kami melihat cara bermain yang lebih mirip dengan apa yang biasa kami lakukan. Tetapi kami butuh waktu untuk membuat tim ini bermain dengan cara yang berbeda,” ucap Amorim.
Amorim juga menikmati momen ketika para pemain Milan merayakan gol dan berjuang mempertahankan keunggulan. Baginya, reaksi tersebut menunjukkan adanya semangat kolektif yang ingin dibangun sejak awal masa kepelatihannya.
“Namun, pada menit-menit akhir kami bekerja sebagai sebuah tim, menderita dan bertahan, kami lelah, tetapi kami adalah sebuah tim. Itu perasaan yang sangat bagus,” ujar Amorim.
Kemenangan tersebut menjadi semakin penting karena sejumlah pesaing Milan dalam perburuan gelar juga meraih hasil positif pada pekan pertama. Inter, Napoli, dan Juventus sama-sama mengawali kompetisi dengan kemenangan.
Amorim menegaskan bahwa hasil akhir tetap menjadi prioritas utama dalam sepak bola.
Menurutnya, gaya permainan memang penting, tetapi sebuah klub sebesar Milan tidak boleh kehilangan orientasi terhadap kemenangan.
“Hal terpenting adalah menang, kami berbicara tentang cara bermain, tetapi dalam sepakbola hanya ada satu tujuan, yaitu menang,” ujar Amorim.
Ia mengakui kemenangan atas Torino belum menunjukkan seluruh potensi Milan. Namun, beberapa aspek yang telah diperlihatkan selama latihan dan pramusim mulai terlihat ketika tim menghadapi tekanan dalam pertandingan kompetitif.
“Itu tidak boleh cukup untuk Milan, tetapi kami menunjukkan sebagian dari apa yang kami kerjakan dalam latihan dan pramusim. Bahkan saat berada di bawah tekanan, dan itu memberi perasaan yang baik,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....