Pelatih Pape Thiaw Dipecat dari Timnas Senegal

  • 15 Jul 2026 15:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pape Thiaw dan staf kepelatihannya resmi diberhentikan oleh Federasi Sepak Bola Senegal setelah gagal di Piala Dunia 2026.
  • Timnas Senegal sempat diduga alami masalah internal.
  • Pemain Pape Gueye pernah menolak kembali ke timnas Senegal selama Thiaw masih menjadi pelatih.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pelatih Pape Thiaw beserta seluruh staf kepelatihannya resmi diberhentikan oleh Federasi Sepak Bola Senegal (FSF). Keputusan tersebut mengakhiri kiprahnya setelah Senegal gagal di Piala Dunia 2026.

"Setelah mengevaluasi penampilan tim nasional dan prospeknya. Komite Eksekutif menilai perubahan diperlukan demi kepentingan sepak bola Senegal," tulis pernyataan resmi FSF, dikutip Rabu, 15 Juli 2026.

Pape Thiaw merupakan pelatih yang mengambil alih kepemimpinan usai Aliou Cisse dipecat pada Oktober 2024. Sebelumnya, Cisse membawa Senegal meraih gelar AFCON pertama pada 2024 sebelum tersingkir.

Sebagai mantan asisten Cisse, Thiaw mempertahankan fondasi permainan Senegal dengan beberapa perubahan. Krepin Diatta dipermanenkan sebagai bek kanan, sementara El Hadji Malick Diouf mengisi sisi kiri.

Saat itu, Senegal tampil disiplin sepanjang AFCON dan hanya kebobolan dua gol dalam tujuh pertandingan. Namun, final melawan Maroko menghadirkan kontroversi besar yang melampaui urusan sepak bola.

Kontroversinya memuncak saat gol Senegal dianulir dan Maroko dihadiahkan penalti. Thiaw dan para pemain keluar lapangan (walk-out) sebagai bentuk protes.

Laga sampai terhenti lebih dari sepuluh menit akibat kericuhan antarsuporter dan ofisial, sebelum akhirnya kembali dilanjutkan. Meski akhirnya Senegal menang lewat gol Pape Gueye, Thiaw malah mendapat sanksi dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).

Usai pertandingan, Thiaw membela tindakannya melalui media sosial. "Saya hanya berusaha melindungi pemain dari ketidakadilan," tulisnya.

Namun, CAF tetap menghukumnya selama lima bulan. Selain itu, hasil pertandingannya pun dibatalkan.

Di Senegal, situasinya justru berbeda dengan respons dari level konfederasi. Ribuan pendukung menyambut para pemain sebagai pahlawan, sementara Thiaw dipuji karena dianggap berani melawan ketidakadilan.

Situasi berubah drastis saat Senegal tampil kurang memuaskan di Piala Dunia 2026. Kekalahan dramatis setelah unggul 2-0 dari Belgia memperlihatkan kelemahan taktik dan kondisi internal tim itu sendiri.

Hal tersebut semakin diperkuat dengan pernyataan keras Pape Gueye. Dirinya mengatakan enggan kembali ke timnas Senegal sebelum sang pelatih berhenti bertugas.

Gueye mengumumkannya lewat akun media sosial pribadinya, @p.gueye24. "Selama staf pelatih ini masih bertugas, saya memilih beristirahat dari tim nasional," tulisnya.

Dirinya tidak menjelaskan secara detail soal ketegangannya dan jajaran pelatih. Meski demikian, pernyataannya itu cukup untuk memunculkan dugaan adanya masalah internal di skuad Senegal.

Di satu sisi, Thiaw mengungkapkan bahwa kontraknya baru diselesaikan menjelang laga melawan Norwegia. "Ini bukan soal uang, tetapi prinsip dan rasa hormat," ujarnya, sebelum akhirnya resmi diberhentikan oleh federasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....