Pemkab Kubar Pastikan Pendidikan Pedalaman Dapat Perhatian Serius
- 16 Jun 2025 18:30 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar : Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menanggapi aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses anggota DPRD Kubar, Henrik, terkait kondisi pendidikan di wilayah pedalaman yang minim perhatian, khususnya di Kecamatan Bentian Besar, pada tanggal 5-9 Juni 2025.
Sebelumnya, masyarakat Kampung Sambung dan Randa Empas menyampaikan sejumlah keluhan mengenai keterbatasan ruang kelas, fasilitas guru, serta kondisi meja dan kursi belajar yang dinilai tidak layak.
Plt. Asisten I Sekretariat Kabupaten Kubar, Erik Victory, mengatakan bahwa pemerintah daerah sudah maksimal mendorong pemerataan layanan pendidikan hingga ke pelosok wilayah. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan skala prioritas pembangunan daerah.
"Bicara perhatian pemerintah, itu sudah maksimal. Tetapi berbicara kepuasan, pasti beragam. Ada yang puas dan tentu ada yang tidak puas. Intinya pemerintah berusaha maksimal dalam menjalankan tugas dan peran kepada masyarakat di kampung dan kecamatan," kata Erik Victory kepada RRI Sendawar, Senin (16/6/2025).

Plt. Asisten I Setkab Kutai Barat, Erik Victory. (dok.RRI/Jaang)
Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan di Kubar dilakukan secara proporsional dan terbuka, tanpa pembedaan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
"Sekarang ini era keterbukaan, penganggaran sampai dengan penatausahaan juga selalu terbuka. Itu bisa dilihat proporsinya tidak ada yang istilahnya dianak tirikan," tegas Erik.
Erik menambahkan, pelaksanaan program pembangunan saat ini masih dalam proses penyesuaian dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di bawah kepemimpinan Bupati Frederik Edwin dan Wakil Bupati Nanang Adriani.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubar, Robert Bandrsyah, membenarkan bahwa beberapa fasilitas di SD 008 Sambung dan SD 009 Randa Empas memang perlu peremajaan. Ia menyebut pihaknya telah melakukan pembenahan secara bertahap.
"Kalau untuk kursi meja, itu memang barang lama, ada yang sudah reot, istilahnya sudah lama tidak diganti. Makanya kita secara bertahap ganti," ungkap Robert.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubar, Robert Bandrsyah. (dok.RRI/Jaang)
Pada tahun 2024, tambahnya, SD Randa Empas sudah mendapatkan pembangunan satu unit mess guru, satu ruang UKS, dan satu ruang kepala sekolah. Pada tahun 2025 ini, sekolah tersebut juga mendapat alokasi 25 unit meja-kursi.
"Cuman belum dikirim, karena tidak bisa tembus kesana. Kondisi jalannya rusak parah, kami sudah dua kali ke sana, hanya bisa sampai Suakong saja, tidak bisa lanjut lagi," jelasnya.
Sementara di SD 008 Sambung, tahun ini pemerintah juga menganggarkan kegiatan rehabilitasi ruang kelas serta pembangunan fasilitas toilet. Selain di dua sekolah tersebut, SD 003 Bentian, Kecamatan Bentian Besar, juga mendapat pembangunan ruang kelas baru dan pengadaan meja-kursi pada tahun anggaran 2025 ini.
Di bawah kepemimpinan Bupati Frederik Edwin dan Wakil Bupati Nanang Adriani, Pemkab Kubar terus berupaya mendorong pemerataan pendidikan hingga ke wilayah pedalaman sebagai bagian dari visi pembangunan yang inklusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....