Ketua DPRD Kubar Sebut Anggota Dewan Ikut Bisnis Koridor

  • 25 Feb 2025 18:45 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Kutai Barat (Kubar), Ridwai mengaku ada oknum anggota dewan yang ikut bermain dalam bisnis tambang ilegal alias tambang koridor.

Menurut Ridwai, persoalan tambang ilegal memang menjadi sorotan masyarakat Kubar. Namun alih-alih mengawasi, wakil rakyat ditengarai ikut terlibat tambang koridor sehingga ada kecenderungan untuk saling menutupi.

“Karena memang ada salah satu anggota DPRD itu juga yang menjadi bagian dari kegiatan koridor itu,” kata Ridwai kepada RRI Sendawar, Senin (24/2/2025) malam.

BACA JUGA:

Awasi Perizinan Batu Bara, DPRD Kubar Bentuk Pansus

Meski begitu, Ridwai tak menyebut nama anggota dewan yang diduga terlibat bisnis tambang ilegal. Dia hanya mengaku akan memanggil pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk membahas persoalan tambang koridor di Kubar.

“Ya nanti kami atur jadwal untuk memanggil pihak-pihak terkait itu. Kalau pemerintah khususnya dinas perhubungan sebenarnya kami sudah bosa dengar penjelasan mereka, karena memang mereka sepertinya udah takut duluan dengan kelompok-kelompok pengusaha itu,” tegas Ridwai.

Legislator PDI Perjuangan ini mengatakan, tambang koridor kembali jadi perhatian publik lantaran sudah mulai aktif beroperasi dalam sebulan terakhir, setelah hampir satu tahun berhenti. Terlebih lagi, mobil-mobil batu bara bebas menggunakan jalan umum.

“Sekarang ini ada keresahan di masyarakat kita karena koridor yang sudah sepi tapi akhir-akhir ini kok mulai lagi,” ujar Ridwai.

BACA JUGA:

Pansus Batu Bara DPRD Kubar Tak Sentuh Tambang Ilegal

DPRD Kubar bahkan sudah membentuk panitia khusus (Pansus) tambang batu bara yang dipimpin ketua Komisi II, Potit. Tim Pansus lanjut Ridwai, akan melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap perushaan batu bara yang mengantongi izin resmi. Namun tidak menutup kemungkinan, Pansus akan memanggil pihak-pihak yang melakukan eksplorasi batu bara tanpa izin yang kerap disebut tambang koridor.

“Yang jelas pembentukan tim itu kaitannya dengan kegiatan perusahaan-perusahaan yang resmi, cuma ya saya lihat judulnya itu kan nggak tertutup kemungkinan bisa ke koridor-koridor itu. Karena dia juga tambang batu bara, makanya nama Pansus nggak disebutkan khusus, misalnya PT MBL atau GBU atau perusahaan tertentu saja,” pungkas ketua dewan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....