Desa Berstatus Mandiri di Kubar Sudah 59 Kampung
- 06 Nov 2024 07:04 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar: Jumlah kampung berstatus desa mandiri di kabupaten Kutai Barat (Kubar) sudah mencapai 59 dari total 190 kampung di 16 kecamatan. Sementara desa sangat tertinggal kini sudah tidak ada lagi.
Hanya ada 4 desa yang berstatus desa tertinggal, yakni kampung Lemper, Deraya, Gerunggung dan Tanjung Soke di kecamatan Bongan. Sedangkan 86 desa lainnya sudah kategori desa maju.
“Jumlah desa mandiri di Kutai Barat ini terus bertambah dari 47 desa di tahun 2023 menjadi 59 desa di tahun 2024 ini. Sementara yang sangat tertinggal itu sudah tidak ada lagi,” kata kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) kabupaten Kutai Barat, Erik Fictory di Sendawar, Selasa (4/11/2024).
Berdasarkan penilaian Indeks Desa Membangun (IDM), status desa maju sebanyak 86 kampung. Sementara desa berkembang sebanyak 41 kampung. Peningkatan status desa ini terjadi karena berbagai intervensi program pemerintah.
Bupati Kubar FX.Yapan mengaku salah satu upaya adalah peningkatan alokasi dana kampung (ADK) dari pemerintah daerah serta Dana Desa dari pemerintah pusat yang terus meningkat.
“Selama 8 tahun ini, ADK kita sudah tingkatkan dari yang dulu hanya 50 juta sekarang rata-rata antara 500 juta sampai 2 miliar. Itu yang dari APBD, belum lagi dana desa, sehingga pembangunan di kampung-kampung itu bisa cepat,” ungkap Yapan.
BACA JUGA:
Kades Kelumpang: Kampung Kami Sudah Tidak Terisolasi Lagi
Peningkatan ADK ini terlihat dari berbagai infrastruktur yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir. Diantaranya jalan desa sepanjang 775 meter, jembatan 19 unit, pasar desa 27 unit dan Badan Usaha Milik Desa sebanyak 276.
Selain itu ada dermaga 48 buah, embung 7 unit, irigasi 21 unit dan sarana olahraga sebanyak 103 unit untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Kemudian untuk meningkatkan kualitas masyarakat desa, pemerintah juga membangun 151 sarana air bersih, 68 unit MCK, 26 unit Polindes, 48 meter drainase, 278 PAUD, 103 Posyandu serta 75 sumur dan 29 penahan tanah.
Untuk itu Yapan meminta kepala kampung dan BPK bekerja sama membangun desa masing-masing. “Jangan sampai petinggi dan BPK itu bermusuhan. Harus kerja sama dengan baik untuk membangun kampung,” pungkasnya.
BACA JUGA:
Jumlah Penduduk Miskin di Kubar Terus Menurun
Diketahui Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan alat penting dalam menilai kemajuan suatu desa. IDM terdiri dari tiga komponen utama, yakni Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL). Berdasarkan IDM, desa-desa diklasifikasikan ke dalam lima status kemajuan dan kemandirian desa yang berbeda.
Pertama Desa Mandiri adalah gambaran dari kesuksesan pembangunan desa. Desa ini memiliki kemampuan luar biasa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Desa Mandiri mampu mempertahankan ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi secara berkelanjutan.
Kedua Desa Maju adalah desa yang memiliki potensi besar dalam hal sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi. Meskipun belum mencapai level Desa Mandiri, mereka mampu mengelola potensi ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketiga Desa Berkembang adalah desa dengan potensi yang belum sepenuhnya dioptimalkan. Meskipun memiliki sumber daya yang cukup, desa ini masih dalam perjalanan menuju kemajuan.
Selanjutnya Desa Tertinggal menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi mereka. Mereka memiliki potensi tetapi kesulitan dalam mengelolanya, sehingga kesejahteraan masyarakatnya terbatas.
Terakhir Desa Sangat Tertinggal adalah desa yang sangat rentan terhadap bencana alam, goncangan ekonomi, dan konflik sosial. Mereka mengalami kesulitan besar dalam mengelola sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi, sehingga kemiskinan merajalela. Desa Sangat Tertinggal memiliki IDM kurang atau sama dengan 0,4907.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....