Telur Mimi, Kuliner Ramadan Khas Kendal
- 03 Mar 2025 13:32 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Telur Mimi atau Ndog Mimi adalah jenis olahan makanan khas Kabupaten Kendal. Makanan ini telah dinobatkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) milik Kabupaten Kendal sejak tahun 2022 lalu.
Telur Mimi biasanya muncul pada tradisi Dugderan atau Tukuder jelang Ramadan yang digelar di Masjid Kaliwungu Kendal. Makanan ini biasanya dijajakan oleh para pedagang pada gelaran itu.
| Baca juga: Cara Membuat Kwetiau Goreng Ayam |
Telur Mimi merupakan makanan tradisional berbahan telur ikan mimi yang dicampur dengan bumbu dan parutan kelapa. Ikan mimi sendiri sejenis dengan ikan pari yang memiliki tekstur kulit yang keras.
Ikan mimi mudah didapat di perairan Laut Jawa, terutama di sekitar perairan Kendal. Masyarakat Kendal pesisir terbiasa memakan ikan mimi yang bertelur yang direbus dengan baluran bumbu rempah pedas dan disajikan dengan parutan kelapa.
| Baca juga: Resep Bolu Tiwul Gula Jawa yang Lembut Harum |
Secara filosofis, telur mimi bisa diartikan sebagai pasangan yang abadi, seperti legenda Mimi dan Mintuno. Legenda itu menjadi cerita rakyat Kendal yang mengisahkan tentang sepasang kekasih yang selalu beriringan mengarungi kehidupan hingga tua.
Telur mimi memiliki warna jingga kekuningan. Warnanya kurang lebih sama dengan warna telur ikan terbang atau tobiko yang ada di makanan sushi khas Jepang.
Bagi sebagian warga Kabupaten Kendal, terutama di wilayah Kaliwungu, konon rasanya tidak afdal jika tidak mengonsumi telur mimi sebelum puasa Ramadan. Oleh karenanya, kuliner ini pun disebut-sebut merupakan kuliner khas Kendal saat bulan Ramadan yang juga bisa disantap ketika berbuka puasa. (Michelle Sabda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....