Salah Kelola Sampah, Bisa Menjadi Bencana Lingkungan
- 16 Mei 2024 15:15 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang : Sampah menjadi salah satu masalah lingkungan yang membutuhkan penanganan serius. Jika tidak dikelola dengan baik, bisa menimbulkan bencana lingkungan.
"Bencana lingkungan akibat pengelolaan sampah yang tidak tepat, bisa menimbulkan korban, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Salah satunya bencana ledakan di TPA Leuwigajah Cimahi Jawa Barat pada 21 Februari tahun 2005 lalu," kata dosen Teknik Lingkungan UNDIP, DR. Ling, Ir. Sri Sumiyati, ST, MSi, IPM, ASEAN Eng dalam Dialog Kentongan Pro 1 RRI Semarang, Rabu (16/5/2024).
Menurut dia, bencana itu menewaskan 157 jiwa tertimbun longsoran, karenanya diperlukan pengelolaan sampah tepat agar kejadian tidak terulang kembali. Data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional tahun 2023, timbunan sampah di Indonesia mencapai 19.517.172,98 ton/tahun.
Dari jumlah tersebut, pengurangan sampah belum ada 30 persen, padahal idealnya pengurangan 30 persen dan 70 persen penanganan. Di Indonesia baru 16,69 persen pengurangan sampah, sedangkan pengelolaan baru 66,82 persen.
"Disamping itu, yang menjadi pekerjaan rumah bersama adalah sampah yang tidak terkelola dengan baik," lanjutnya. Pengelolaan sampah yang baik ditinjau dari 5 aspek yaitu teknik operasional, pembiayaan, regulasi, kelembagaan, dan peran serta masyarakat.
"Dari kesemua aspek, pengelolaan sampah yang tepat, bisa diawali dengan pilah sampah dari sumbernya, antara sampah organik dan anorganik misalnya. Organik bisa diolah menjadi pupuk kompos, sampah anorganik bisa dibawa ke bank sampah", papar Pengajar Pasca Sarjana Ilmu Lingkungan UNDIP ini.
Kini, prinsip 3R atau reduce-reuse-recycle bahkan ditambah menjadi 5R untuk lebih mengefektifkan penanganan sampah. "Tambahan 2R adalah rethink dan replace," ujarnya.
Menurut dia, rethink artinya berpikir ulang kembali, mengubah paradigma membeli yang dibutuhkan. Untuk replace adalah mengganti, misalnya lampu bohlam diganti menjadi LED agar lebih tahan lama, atau mengganti minuman kemasan dengan membawa tumbler.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....