Peran Penting Ormas dan Keagamaan dalam Mencegah Judi Online
- 27 Jun 2024 09:53 WIB
- Samarinda
KBRN, Jakarta : Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan, organisasi kemasyarakatan dan organisasi keagamaan memiliki peran vital dalam mencegah kejahatan perjudian daring (judi online) di tengah masyarakat. Hal ini disampaikan Menko PMK dalam Rapat Koordinasi Pengarahan Tentang Pencegahan Perjudian Daring yang diadakan pada Selasa (25/6/2024) di Kantor Kemenko PMK.
Rapat tersebut juga dihadiri oleh Menko Polhukam Hadi Tjahjanto, Menkominfo Budi Arie Setiadi, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, serta jajaran pejabat dari Kementerian/Lembaga, dan unsur tokoh masyarakat serta tokoh keagamaan.
Menurut Menko Muhadjir, pemerintah telah serius dalam memberantas judi online dengan adanya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Satgas Pemberantasan Perjudian Daring. Upaya ini mencakup pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi. Namun, ia menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam memperkuat upaya pemerintah.
"Kita ingin mengajak seluruh komponen strategis yang ada di masyarakat untuk ikut bersama-sama melakukan pencegahan dan penindakan terhadap praktik judi online yang sudah sangat meresahkan untuk keutuhan bangsa kita," ujar Muhadjir.
Ia menjelaskan bahwa bahaya judi online telah merambah berbagai kalangan, mulai dari orang kaya hingga miskin, laki-laki dan perempuan, tua dan muda, bahkan anak-anak. Menurutnya, ancaman kejahatan judi online sangat mengkhawatirkan dan mengancam ketahanan bangsa.
Muhadjir menegaskan, tokoh masyarakat dan tokoh agama memiliki peran penting dalam mengimbau masyarakat untuk menjauhi lingkaran perjudian online, serta menyadarkan mereka yang telah terjerumus akan bahaya judi online.
"Bapak-bapak (para tokoh masyarakat dan tokoh agama) adalah keyperson yang diharapkan bisa menjadi penentu keberhasilan Satgas dalam memberantas perjudian terutama dari sisi pencegahan, dalam rangka untuk mengindahkan masyarakat kita umat kita jangan sampai terhanyut judi online," katanya.
Ia menekankan bahwa tokoh masyarakat dan tokoh agama memiliki pemahaman dan kedekatan yang baik dengan masyarakat. Upaya persuasif dari mereka bisa menjadi kunci supaya masyarakat terhindar dari kejahatan judi online.
"Yang tau persis yang bisa meyakinkan masyarakat dan umat adalah bapak-bapak sekalian. Dan itu kalau sudah dilaksanakan dengan massif dan betul-betul masuk ke dalam relung hati para umat dan masyarakat. Saya yakin itu merupakan benteng paling pokok disamping kita terus tetap melakukan pemblokiran terhadap situs, server, kita kejar bandarnya, kita upayakan penjudinya ditindak," ujarnya.
Muhadjir juga memperingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran meminjam nama dan rekening dengan imbalan tertentu. Ia menjelaskan bahwa banyak modus yang digunakan para bandar judi online untuk menggunakan nama dan rekening bank orang lain sebagai tempat transaksi judi online.
"Saya ingin tegaskan, untuk masyarakat terutama ibu-ibu dan bapak-bapak di desa kalau ada orang yang ingin pinjam nama dan nomor rekening yang nanti akan digunakan untuk judi online dan akan digunakan oleh pihak lain. Dan orang yang memfasilitasi judi online akan dipenjara. Termasuk mereka yang memberikan fasilitas itu juga pelaku," ujar Muhadjir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....