DPR Minta Poltek Sendawar Ditutup, Ini Tanggapan Dirut dan Yayasan
- 15 Feb 2023 04:29 WIB
- Samarinda
KBRN, Sendawar: Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah mengevaluasi dan mengawasi perguruan tinggi swasta Politeknik Sendawar di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Pasalnya menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Timur ini, kondisi Poltek Sendawar sudah kian memprihatinkan.
“Bayangkan sudah bertahun-tahun ini dosennya mundur, staf direktoratnya mundur (gaji) tidak dibayar. Kemudian dana operasional tidak ada, mahasiswa yang tadinya 700 sekarang turun menjadi 170, ini kayaknya antara mau hidup atau mati ini sebenarnya Poltek ini,” lugas Hetifah dalam rapat kerja dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi di Senayan Jakarta, yang dilansir RRI, Selasa (14/2/2023).
Hetifah menyayangkan ketidakjelasan dalam pengelolaan satu-satunya perguruan tinggi di Kubar tersebut. Pasalnya dia sudah mencari tahu pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap Poltek Sendawar.
Baik dari pemerintah daerah, Yayasan maupun Direktorat. Tetapi pemerintah daerah kata dia tidak bisa mengambil alih pengeloaan Poltek lantaran kewenangan mengurus perguruan tinggi ada di tangan pemerintah pusat dan provinsi.
Menurutnya Pemkab Kubar sebenarnya ingin mengambil alih Politeknik Sendawar. Tapi Yayasan Pembangunan Sentawar Sakti (YPSS) tidak mau menyerahkannya, sehingga Pemkab Kubar tidak bisa menyalurkan bantuan.
“Terus siapa yang harus bertanggung jawab? Pemerintah daerah? Pemerintah daerah lepas tangan, katanya kami hanya urus SD/SMP aja. Ini yang sangat memprihatinkan sekali,” sesal legislator perempuan ini.
Hetifah mengatakan, kesiapan sumber daya manusia (SDM) merupakan urusan wajib pemerintah. Apa lagi Kalimantan Timur kini menjadi ibu kota negara yang tentunya membutuhkan SDM mumpuni.
Sementara di tengah gencarnya pemerintah pusat memindahkan IKN, beberapa daerah di Kaltim termasuk di Kutai Barat terkesan belum siap.
“Bagaimana kita meningkatkan kualitas SDM-nya menjelang adanya pemindahan ibukota, (sementara) dosen-dosennya kalaupun ada juga ternyata tidak diangkat sebagai dosen tetap, jadi tidak ada kepastian terkait dengan kondisi perguruan tinggi ini,” kata Hetifah saat rapat kerja 8 Februari lalu.
“Jadi kami mohon diperiksa sajalah, kalau memang harus ditutup, tutup. Kalau memang kita perlu bikin yang baru atau bagaimana sebenarnya kalau ada kasus seperti ini, jangan sampai bertahun-tahun tidak ada kejelasan,” tutur politisi Partai Golkar tersebut.
Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Hetifah Sjaifudian. Foto tangkapan layar rapt kerja Komisi X DPR RI (8/2/2023).
TANGGAPAN DIREKTUR POLITEKNIK SENDAWAR
Direktur Poltek Sendawar Selvina akhirnya menanggapi sorotan anggota DPR tersebut. Dia mengaku tak bisa berbuat banyak jika pemerintah dan DPR menutup Poltek Sendawar dan mendirikan Universitas baru.
Hanya saja Selvi meminta jika ditutup maka pemerintah dan DPR juga perlu memikirkan masa depan mahasiswa yang berkuliah di Poltek.
Pasalnya saat ini ada 198 mahasiswa yang menempuh Pendidikan di satu-satunya perguruan tinggi di Kubar tersebut.
“Untuk masalah tutup dan tidaknya saya tidak bisa berkata apa-apa. Kenapa saya bilang begitu, bukan karena alasan pribadi saya, tetapi ada yang harus kita pikirkan bahwa ada kelangsungan dari ijazah mahasiswa dan ada yang bersekolah di kampus tersebut. Ini yang harus juga dipikirkan, tidak semudah untuk menutup tetapi ada konsekuensi-konsekuensi yang harus dipikirkan dalam jangka pendek,” kata Selvina saat dikonfirmasi RRI di Sendawar, Selasa (14/2/2023) pagi.
Selvi juga tak mempersoalkan jika pemerintah mendirikan Perguruan Tinggi (PT) baru di Kubar. Namun menurutnya, jika harus ada univesitas baru maka sebaiknya PTS yang ada tetap diberdayakan agar bisa memberi pilihan kepada mahasiswa.
“Mau dibangun baru atau apapun itu, bagi saya sebagai pendidik sah-sah saja. Artinya fokusnya hanya untuk kemajuan pendidikan, ya monggo saja dibuka baru. Tetapi alangkah tepatnya dibuka baru namun yang ada ini di benahi. Boleh silakan bagi anggota dewan yang mau membuka baru, ketika ada dua PTS atau PTN ada di Kubar ini kan lebih bagus,” ujar Selvina yang menjabat Dirut Poltek sejak 2021 ini.
“Saya setuju aja dibuka baru dengan catatan yang lama ini, dibenahi jangan ditutup. Karena banyak hal yang harus kita pertimbangkan, ada beberapa mahasiswa yang harus kita selesaikan sampai tuntas,” sambungnya.
Menurutnya Poltek Sendawar masih bisa diselamatkan karena akreditasi institusi dan program studi masih berlaku. Kemudian dalam waktu dekat akan diurus perpanjangan akreditasi.
“Sekarang menurut saya masih bisa dibenahi, asalkan ada pembiayaan. Intinya hanya pembiayaan,” tuturnya.
Di sisi lain Selvina tak menampik kondisi keuangan maupun sarana-prasarana di Poltek memang sangat terbatas. Hal itulah yang membuat dosen maupun mahasiswa kurang bersemangat kuliah di Poltek.
Sementara pihak Yayasan selaku pengelola Poltek lanjut Selvi terkesan lepas tangan dengan nasib para dosen dan mahasiswa.
“Kalau soal yayasan saya tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, selama ini ya hanya rapat-rapat aja. Tapi untuk tindakan yang lebih menghasilkan untuk pembiayaan, untuk SDM ini yang masih belum tampak dari Yayasan,” ungkapnya.
Dia menyebut, dari sekitar 40 dosen Poltek, yang aktif bisa dihitung dengan jari lantaran Direktorat tidak mampu bayar gaji. Bahkan hampir satu tahun ini, para dosen maupun staf akademik belum menerima gaji sepeser pun.
“Jadi yang aktif paling dua tiga orang saja terutama di teknik mesin. Jadi banyak mata kuliah yang kosong, yang tidak ada dosen. Karena belum dibayar hampir setahun ini. Keluhan masuk ke saya ini banyak sekali. Aduh pusing pak, mana mau urus asesor, akreditasi lagi,” ucap jebolan sarjana hukum dengan nada pasrah.
Meski ibarat hidup segan mati tak mau, Selvina mengklaim perkuliahan di Poltek Sendawar tetap jalan.
“Perkuliah tetap jalan, tapi saya tidak bisa memaksakan juga. Termasuk staf banyak yang tidak aktif. WA saya ini udah penuh nih, minta dibayar, aduh hai,” celetuk Selvina.
Sementara itu ketua Yayasan Pembangunan Sentawar Sakti (YPSS) Kornelis Yan Sinyal yang diminta tanggapan atas sorotan anggota DPR RI, hanya berkomentar singkat.
Namun Yan Sinyal tetap mengaku kondisi Poltek baik-baik saja.
“Terima kasih atas kepedulian beliau (Hetifah Sjaifudian), tapi kita tetap jalan terus. Sekarang sedang dalam proses akreditasi untuk Teknik Mesin dan Administrasi Bisnis, sedangkan untuk Teknik Sipil sudah terakreditasi B oleh LAM PT,” ungkapnya.
TONTON VIDEO PERNYATAAN DIREKTUR POLTEK SENDAWAR SOAL NASIB POLTEK
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....