Karhutla Masih Berlangsung di Sejumlah Gunung Jawa Timur

  • 14 Sep 2026 06:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di sejumlah kawasan gunung di Jawa Timur.
  • BNPB mengimbau masyarakat tidak mendekati lokasi kebakaran dan mematuhi arahan petugas

RRI.CO.ID, Jakarta - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di sejumlah kawasan gunung di Jawa Timur hingga Minggu 13 September 2026. Tim gabungan melakukan pemadaman, pembasahan, pemantauan, dan observasi udara untuk mengendalikan titik api.

Kondisi medan yang terjal, akses terbatas, kabut, serta angin kencang menjadi kendala dalam penanganan. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan penanganan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Tim gabungan terus melakukan penanganan dengan menyesuaikan kondisi medan, cuaca, akses menuju lokasi, dan keselamatan personel,” kata Berton dalam keterangan tertulis BNPB, Minggu, 13 September 2026.

Di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, kepulan asap masih terpantau di kawasan Gunung Kursi dan sekitar Jemplang. Kebakaran pertama kali diketahui pada Kamis (10/9) di kawasan Savana Pengol, kemudian berkembang ke arah Gunung Kursi.

Pada Sabtu (12/9), api kembali muncul di kawasan Pengol. Angin kencang kemudian membuat api bergerak hingga Pos Jemplang. Pemadaman dan pembasahan dilakukan melalui jalur darat pada lokasi yang masih dapat dijangkau petugas.

Operasi water bombing belum dapat dilakukan karena kondisi angin yang kencang. Untuk keselamatan pengunjung, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup seluruh kunjungan wisata Gunung Bromo dari seluruh pintu masuk mulai Sabtu, 12 September 2026.

Sementara itu, di Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, hasil observasi udara menggunakan Helikopter PK-DAP pada Sabtu, 12 September masih menunjukkan kepulan asap. Titik api baru juga terpantau di sekitar Pos 3 jalur pendakian.

Tim gabungan telah memadamkan bara api di Pos Watu Rejeng. Adapun titik api di sekitar Pos 3 belum dapat ditangani secara langsung karena medan terjal. Pemantauan dilakukan dari Pos Watu Rejeng dan Pos 2.

Karhutla juga masih terjadi di Gunung Argopuro, Kabupaten Jember. Kepulan asap dan sejumlah titik api terpantau di wilayah lereng yang sulit dijangkau, antara lain Gunung Gilap dan Cikasur, Aeng Kenek di Area Cemara Lima, serta Gunung Pinggang.

Tim gabungan melakukan pemadaman manual menggunakan metode gepyok di kawasan Aeng Kenek. Kondisi kawasan yang tertutup kabut membuat pemantauan terus dilakukan bersama Perhutani KPH Jember.

Sementara di Gunung Kawinajang, Kabupaten Blitar, observasi udara pada Minggu, 13 September menggunakan Helikopter PK-DAP menunjukkan kepulan asap tebal. Titik api terpantau mengarah menuju Savana Gunung Butak, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

BPBD Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Blitar dan BPBD Kabupaten Malang terus melakukan asesmen dan pemantauan perkembangan titik api. BNPB menyatakan hingga Minggu 13 September 2026 pukul 18.00 WIB tidak ada laporan korban jiwa akibat karhutla di lokasi-lokasi tersebut.

Dampak kejadian masih dalam proses pendataan.

BNPB mengimbau masyarakat tidak mendekati lokasi kebakaran dan mematuhi arahan petugas, termasuk ketentuan penutupan kawasan wisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....