LRT Jabodebek Tetap Beroperasi Normal Pascagempa Magnitudo 5,9
- 12 Sep 2026 09:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KAI memastikan seluruh prasarana dan operasional LRT Jabodebek dalam kondisi aman beroperasi pascagempa magnitudo 5,9.
- Petugas Operating Control Center bersama tim lapangan langsung melakukan pemeriksaan prasarana sejak pukul 04.30 WIB.
- Pengawasan keandalan jalur LRT Jabodebek didukung teknologi otomatisasi Seismic Detection Alarm System (SDAS).
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan operasional dan prasarana LRT Jabodebek tetap aman beroperasi normal. Kepastian layanan diperoleh pascagempa bumi bermagnitudo 5,9 mengguncang Kepulauan Seribu pada Sabtu pagi, 12 September 2026.
Peristiwa gempa bumi di DKI Jakarta tersebut terjadi pukul 04.23 WIB atau sekitaran subuh, tanpa menimbulkan kerusakan fisik. Petugas lapangan langsung dikerahkan untuk memeriksa kelaikan struktur prasarana transportasi masal berbasis rel otomatis tersebut.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika menjelaskan mekanisme pemantauan pascagejala gempa menggunakan teknologi deteksi dini. Petugaspun langsung melakukan pengecekan.
“Setelah menerima informasi gempa, petugas segera melakukan pemeriksaan terhadap prasarana LRT Jabodebek. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi jalur, persinyalan, stasiun, serta prasarana pendukung lainnya tetap dalam kondisi aman,” kata Radhitya kepada RRI.co.id , Sabtu, 12 September 2026.
Radhitya memaparkan bahwa pemeriksaan fisik prasarana dimulai pada pukul 04.30 WIB oleh seluruh tim siaga. Hasil pemindaian mengonfirmasi tidak ada kerusakan struktural yang berpotensi mengganggu jalur lintasan perjalanan kereta.
“Petugas memastikan bahwa perjalanan LRT Jabodebek tetap dapat beroperasi normal. Kondisi relatif aman terkendali," ujar Radhitya.
Sistem Seismic Detection Alarm System (SDAS) diandalkan untuk memantau dampak getaran gempa terhadap konstruksi jalur elevated. Teknologi ini membantu petugas menentukan tindakan cepat dalam menjaga keselamatan perjalanan para penumpang harian.
“LRT Jabodebek memastikan setiap informasi terkait gempa ditindaklanjuti melalui pemantauan dan pemeriksaan prasarana. Keselamatan perjalanan dan pengguna menjadi prioritas dalam setiap kondisi,” ucap Radhitya.
Pemeriksaan rutin berkala terus ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi gempa susulan di kawasan Jabodebek. Penumpang diimbau tetap beraktivitas menggunakan layanan kereta api tanpa perlu mengkhawatirkan keamanan prasarana penunjang.
Informasi tambahan, operasional pertama LRT Jabodebek, Sabtu, 12 September 2026 :
* keberangkatan dari Jatimulya : 05.25
* keberangkatan dari Harjamukti : 05.35
* keberangkatan dari Dukuh Atas BSI arah Jatimulya : 06.21
* keberangkatan dari Dukuh Atas BSI arah Harjamukti : 06.28
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....