Siswa di Bekasi Lebih Suka Belajar Tatap Muka ketimbang PJJ
- 07 Sep 2026 14:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dengan pembelajaran tatap muka siswa bisa bertemu langsung dengan teman-teman sekelasnya.
- Siswa enggan belajar PJJ sebab beban belajar jauh lebih banyak ketimbang saat melaksanakan pembelajaran tatap muka.
RRI.CO.ID, Bekasi – Sejumlah siswa di Kota Bekasi mengaku lebih memilih pembelajaran dengan metode tatap muka ketimbang pembelajaran jarak jauh (PJJ). Meskipun saat ini beberapa wilayah di kota tersebut terpapar abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Salah satunya adalah siswi Kelas VI B SDN Kayuringin Jaya, Kota Bekasi, Amira Qianzi Dinanta. Dia mengatakan lebih senang belajar secara tatap muka karena bisa bertemu langsung dengan teman-teman sekelasnya.
Amira menambahkan saat ini proses pembelajaran yang diikutinya secara tatap muka berjalan lancar. Meskipun pihak sekolah mengharuskan para siswa mengenakan masker selama proses belajar.
“Kami dan teman-teman belajar seperti biasa, masih ceria hanya saja pakai masker,” katanya, Senin 7 September 2026. “Saya lebih suka belajar secara tatap muka karena bisa bertemu dengan teman-teman.”
Siswa Kelas VI A SDN Kayuringin XIX Kota Bekasi, Syaami Ahmad Sofyan, menyatakan hal yang sama. Pasalnya kaarena dia bisa belajar bersama teman-temannya sekaligus bermain bersama mereka saat jam istirahat.
“Kalau menurut aku lebih baik belajar di sekolah saja, bisa bertemu banyak teman,” ujarnya. “Saya bisa bermain dengan teman-teman di dalam kelas atau di luar kelas saat istirahat.”
Siswa Kelas 6A SDN Kayuringin Jaya VI Kota Bekasi, Callysta Zhavira Hakim, mengaku tetap merasa nyaman dengan pembelajaran tatap muka. “Yang penting pakai masker saja,” katanya.
Sedangkan Siswa Kelas 6A SDN Kayuringin Jaya VI Kota Bekasi, Najwa Aulia Fitri Yani, memberikan alasan lain. Menurut dia, beban pembelajaran yang diberikan pada saat PJJ jauh lebih banyak ketimbang saat tatap muka.
“Kalau aku tidak suka PJJ karena mata pelajarannya lumayan banyak,” ucapnya. “Hal itu mengganggu waktu tidur siang aku karena PJJ lebih banyak memakan waktu.”
Dinas Pendidikan Kota Bekasi memberlakukan kebijakan PJJ secara situasional untuk kegiatan belajar mengajar akibat paparan abu vulkanik. Artinya sekolah tetap bisa memberlakukan pembelajaran secara tatap muka atau memilih PJJ tergantung kondisi dan situasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....