Menteri PKP Tetapkan 848 Rumah di Bukit Duri Masuk Program Bedah Rumah

  • 06 Sep 2026 23:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PKP menetapkan 848 rumah di Bukit Duri masuk Program Bedah Rumah
  • Jakarta masih memiliki sekitar 823 ribu rumah tidak layak huni, sementara Jakarta Selatan mencapai 141 ribu
  • Alokasi Bedah Rumah DKI Jakarta 2026 meningkat menjadi 10.300 unit dari 158 unit pada 2025

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menetapkan 848 rumah masuk Program Bedah Rumah di Bukit Duri, Jakarta Selatan. Maruarar mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan bantuan bagi masyarakat membutuhkan.

Ia menyebut masih terdapat sekitar 823 ribu rumah tidak layak huni berdasarkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sementara backlog kelayakhunian di Jakarta Selatan diperkirakan mencapai sekitar 141 ribu rumah.

“Saya sudah berdiskusi dengan Pak Gubernur dan negara harus hadir untuk daerah yang kumuh dan membutuhkan bedah rumah. Saya memutuskan 848 rumah diperbaiki di sini dan dalam waktu satu minggu sudah siap datanya,” ucap Menteri yang akrab disapa Ara tersebut dalam keterangan tertulis, Minggu, 6 September 2026.

Menteri Ara juga meminta Program Bedah Rumah terus disosialisasikan agar masyarakat mengetahui keberadaan bantuan pemerintah tersebut. Menurutnya, sosialisasi diperlukan untuk mendukung pemerataan bantuan sekaligus memperkuat pengawasan masyarakat.

“Program Bedah Rumah harus terus disosialisasikan agar seluruh rakyat mengetahui. Dengan demikian, pemerataan bantuan dapat dilakukan dan masyarakat juga dapat ikut mengawasi pelaksanaannya,” ucapnya.

Untuk mempercepat pelaksanaan program, Kementerian PKP turut menyosialisasikan berbagai kemudahan melalui Peraturan Menteri PKP Nomor 6 Tahun 2026. Penyederhanaan ketentuan tersebut diarahkan mempercepat pelaksanaan bantuan dengan tetap menjaga ketepatan sasaran dan transparansi.

Sementara itu, Pemerintah Daerah DKI Jakarta akan mengkaji legalitas lahan lokasi Program Bedah Rumah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan lebih cepat dan memberikan kepastian pekerjaan.

Selain peninjauan, pelaksanaan Pemilihan Toko Terbuka (PTT) juga dilakukan untuk memastikan pengadaan bahan bangunan berlangsung transparan dan efisien. Dari mekanisme tersebut diperoleh efisiensi anggaran sekitar 2,25 persen atau senilai Rp3.082.600.

Sisa anggaran hasil efisiensi tersebut akan dimanfaatkan kembali untuk membantu penerima bantuan secara lebih optimal. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan rumah tidak layak huni.

Tito menilai kolaborasi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar bantuan menjangkau masyarakat secara tepat. Menurutnya, perhatian khusus terhadap Jakarta diperlukan karena kebutuhan perbaikan rumah masih cukup besar.

“Presiden Prabowo sudah membuat program luar biasa yakni 400.000 bedah rumah seluruh Indonesia. Menteri PKP memberikan perhatian khusus terhadap Jakarta, terutama daerah yang membutuhkan, serta memberikan kemudahan terkait persyaratannya,” ujar Tito.

Sebagai informasi, Kementerian PKP meningkatkan alokasi Program Bedah Rumah DKI Jakarta menjadi 10.300 unit pada 2026. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan alokasi 2025 yang hanya mencapai 158 unit.

Alokasi tersebut mencakup 10.000 unit untuk wilayah perkotaan dan 300 unit untuk wilayah pesisir. Untuk Jakarta Selatan memperoleh alokasi 2.000 unit yang tersebar pada sepuluh kecamatan dan 45 kelurahan.

Khusus Kecamatan Tebet, alokasi Program Bedah Rumah mencapai 759 unit berdasarkan usulan pemerintah daerah setempat. Peninjauan Bukit Duri juga dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan bantuan bagi calon penerima.

Salah satu calon penerima, Santi, tinggal bersama enam anggota keluarga dalam rumah seluas sekitar 16 meter persegi. Ia bekerja sebagai pegawai salon dengan penghasilan sekitar Rp500 ribu setiap bulan.

Kondisi rumah Santi tergolong sangat tidak layak dengan struktur bangunan dan rangka atap yang rapuh. Lantai rumah masih berupa tanah, sedangkan atap asbes rusak berat dan mengalami kebocoran saat hujan.

Rumah tersebut juga belum memiliki sanitasi dan penghawaan yang memadai bagi penghuninya. Untuk pelaksanaan pekerjaan Bedah Rumah di kawasan ini, dijadwalkan mulai 25 September dan ditargetkan selesai 1 Desember 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....