Abu Anak Krakatau Meluas, Warga Jabar Diminta Waspada
- 06 Sep 2026 18:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau
- Sebaran abu dari kawasan Selat Sunda terdeteksi mencapai sebagian wilayah Jawa Barat
- Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali mengatakan, masyarakat disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan
RRI.CO.ID, Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebaran abu dari kawasan Selat Sunda terdeteksi mencapai sebagian wilayah Jawa Barat.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali mengatakan, masyarakat disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan kacamata pelindung juga dianjurkan untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
“Kurangi aktivitas di luar rumah selama hujan abu berlangsung. Hindari mengemudi jika jarak pandang terganggu,” kata Teten di Bandung, Minggu, 6 September 2026.
Menurutnya, masyarakat juga perlu menutup pintu, jendela, serta ventilasi rumah saat terjadi hujan abu. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi masuknya partikel abu ke dalam ruangan.
BPBD juga mengingatkan masyarakat berhati-hati saat membersihkan endapan abu di pekarangan maupun atap rumah. Pembersihan disarankan dilakukan secara perlahan agar partikel tidak kembali beterbangan.
“Ini agar partikel mikro tersebut tidak kembali beterbangan di udara,” ujarnya.
Sebelumnya, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II mendeteksi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga sebagian wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.
Pemantauan dilakukan pada Minggu pukul 09.00 WIB berdasarkan analisis citra satelit RGB Himawari-9. Sebaran abu tersebut terpantau setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Gunung api yang berada di Selat Sunda tersebut saat ini berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.
Informasi mengenai aktivitas gunung api dan arah sebaran abu dapat dipantau melalui BPBD. Serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta BMKG.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....